Uji Coba Konversi LPG 3 kg ke Kompor Listrik, Bos PLN: Daya Listrik Tidak Ada Perubahan

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah memberikan arahan baru terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif pada Kamis (23/9/2022). PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun menanggapi dengan positif arahan tersebut.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, Perseroan terus fokus dalam pendampingan dan evaluasi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk program uji coba yang telah dilaksanakan kepada 1.000 KPM di Solo dan 1.000 KPM di Denpasar.

“Arahan pemerintah sangat jelas dan PLN menindaklanjuti dengan berbagai perbaikan pada program uji coba di dua kota tersebut. Kami terus memberikan pendampingan kepada masyarakat penerima manfaat, sampai benar-benar dapat mengoperasikan penggunaannya secara mandiri dan beralih sepenuhnya ke kompor listrik,” kata Darmawan dalam keterangan tertulis, Senin (26/9/2022).

Darmawan menegaskan, masyarakat yang menerima program peralihan kompor listrik adalah pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA dan dipastikan tidak ada perubahan daya listrik pelanggan. Selain itu, PLN akan menyediakan jalur kabel listrik khusus untuk memasak dengan daya yang cukup untuk kompor listrik. Jalur kabel ini terpisah dari intalasi listrik yang sudah ada dan tarif yang dikenakan juga tidak mengalami perubahan.

“Meskipun disediakan jalur kabel khusus memasak oleh PLN, daya listrik KPM tidak mengalami perubahan, yang 450 VA tetap 450 VA, yang 900 VA juga tetap 900 VA. Kami juga memastikan, tidak ada pengalihan daya 450 VA ke 900 VA sebagaimana yang sempat beredar di masyarakat," tutur Darmawan.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lanjut Darmawan, PLN akan terus mendukung arahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam peralihan elpiji ke kompor listrik. Arahan pemerintah sangat jelas dan PLN menindaklanjuti uji coba program itu dengan berbagai perbaikan.

Kendala-kendala teknis yang dialami KPM dalam menggunakan peralatan memasak seperti panci dan wajan menjadi masukan untuk dilakukan perbaikan. Namun, secara keseluruhan program ini menunjukkan progres yang positif. Konsumsi kWh dari penggunaan kompor listrik semakin besar dan KPM mulai merasakan biaya memasak menggunakan kompor listrik lebih murah dari pada LPG 3 kg.

“PLN akan melaporkan data pemantauan dan evaluasi program uji coba kompor listrik di dua kota tersebut secara periodik untuk menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan selanjutnya,” tutup Darmawan. jk