Ukraina Ngevoor 1/2

Marcel Sabitzer (kiri) dan Andriy Yarmolenko (kanan)

SURABAYAPAGI.COM, Bucharest - Pada laga terakhir alias matchday ketiga di fase grup C, akan memperebutkan dua negara yang akan menemani Belanda untuk lolos ke babak 16 besar. Yakni Ukraina dan Austria.

Ukraina dan Austria saat ini sama-sama mengoleksi 3 poin dari 2 laga, hasil dari 1 kemenangan dan 1 kekalahan. Namun, Ukraina berada di peringkat kedua mengungguli Austria karena unggul produktivitas gol.

Laga Senin nanti pun akan menjadi perebutan tiket ke babak 16 besar dengan pemenang laga dipastikan akan lolos mendampingi Belanda yang sudah merebut tiket 16 besar. Sementara itu pihak yang kalah harus menunggu hasil dari grup lain untuk mengintip peluang lolos ke babak gugur sebagai satu dari 4 peringkat ketiga terbaik.

Pasalnya, di Piala Eropa 2020 ini, kedua tim terbilang seimbang dengan sama-sama menang atas Makedonia Utara dan kalah dari Belanda. Namun, jika ditarik lebih jauh, Ukraina punya performa yang lebih baik dalam 5 pertandingan terakhir di semua kompetisi dengan 3 menang, 1 seri, dan 1 kalah. Sementara itu, Austria mencatatkan 1 menang, 1 seri, dan 3 kalah.

Ukraina diyakini akan menurunkan tim terbaik yang sukses membawa mereka mengalahkan Makedonia serta nyaris menahan imbang Belanda. Sementara itu, Austria mendapat tambahan berharga dengan kembalinya Marko Arnautovic yang baru saja menjalani larangan bermain 1 laga.

 

Incar Kemenangan

Meski begitu, pelatih Ukraina, Andriy Shevchenko akan tetap all out untuk memenuhi meraih kemenangan. "Kamu tidak ingin kita sudah sejauh ini hanya dengan mental seperti itu (imbang). Untuk itu kita tetap pada target kemenangan," kata Shevchenko, pelatih yang pernah membela AC Milan dikutip dari laman resmi Uefa.com, Minggu (20/6/2021).

Yah, The Blue Yellow, julukan Ukraina , bisa saja lolos hanya dengan meraih hasil imbang. Bila imbang, Ukraina bisa lolos menjadi runner up grup C dibawah Belanda karena produktifitas gol Ukraina lebih baik ketimbang Austria. Tetapi, Sheva, sapaan Shevchenko tak akan meremehkan Austria. Pasalnya, Austria juga berpotensi lolos bila mengalahkan Ukraina.

"Austria punya keunggulan pada skuad tim yang komplit dan berkualitas. Mereka punya kekompakan dengan gaya yang berbeda. Saya pikir, baik kami dan mereka, punya peluang. Jadi kami akan menyajikan tempo tinggi," lanjut Sheva.

Sama halnya dengan Austria, mereka ingin memperbaiki kesalahan saat melawan Belanda agar bisa lolos ke fase grup. "Kita butuh sesuatu yang lebih agar bisa menyulitkan pertahanan mereka. Itu yang kami butuhkan nanti. Jadi kami akan bangkit dalam laga terakhir grup nanti," kata Konrad Laimer, seperti dikutip dari laman football365, Minggu (20/6/2021).

Laimer, salah satu jenderal lapangan tengah di Austria selain David Alaba, menilai Ukraina punya kekuatan yakni fisik dan kemampuan konversi di setiap set piece. "Mereka unggul dalam fisik dan selalu berbahaya di setiap set piece. Tetapi yang penting, kami harus tetap clean sheet tanpa kebobolan. Jadi kami harus menang, bukan imbang," lanjutnya.

 

Bursa Taruhan

Meski demikian, jika melihat dari permainan Ukraina ketika mereka nyaris menahan Belanda sebelum kebobolan di menit-menit akhir, tim asuhan Andriy Shevchenko ini diunggulkan untuk menundukkan Austria.

Hal ini terlihat dari bursa taruhan di pasar Asia dan Eropa. Versi Asian Handicap, bandar taruhan memasang voor-vooran mengunggulkan Ukraina. Dari laman AsianBookie.com, bandar mengeluarkan bursa Ukraina ngevoor 1/2 untuk Das Team (julukan timnas Austria).

Tak hanya bursa di Asia, bandar judi dari Inggris, yakni William Hill pun mengunggulkan anak asuh Shevchenko itu. Dalam bursa taruhan, Ukrainan diunggulkan meraih kemenangan dengan koefisien 9/4. Berbeda dengan Austria yang hanya koefisien 5/2. Artinya, bandar melihat dua pertandingan terakhir Ukraina yang lebih bagus ketimbang Austria.

Bahkan, dalam tebak skor, mereka lebih banyak menjagokan kemenangan Ukraina dengan skor 2-1. rmc