Ulang Tahun Persebaya, Diwarnai Gas Air Mata

Bonek menyalakan flare sambil menyanyikan Song For Pride.

SURABAYAPAGI, Surabaya- Ribuan suporter Persebaya Surabaya, Bonek Mania, memadati jalanan sekitar Stadion Gelora Sepuluh Nopember, Tambaksari Surabaya, Kamis (17/6) malam. Aksi itu mereka lakukan jelang peringatan hari ulang tahun klub kebanggaannya yang ke-94 tahun.

Ribuan Bonek itu berkerumun dan memaksa masuk ke stadion. Namun mereka Dihadang ratusan personel kepolisian yang berjaga. Pantauan di lokasi, awalnya situasi kondusif. Para Bonek Mania nampak kompak menyanyikan lagu Song For Pride. Namun mendadak ada oknum provokator melempar kayu ke arah petugas.

Lemparan kayu tersebut disusul dengan lemparan flare dari sisi utara. Situasi yang mulai chaos membuat petugas terpaksa membalas dengan tembakan gas air mata. Alhasil, ribuan Bonek yang berkerumun di depan Kaza City Mall lari terbirit-birit.

"Ijo ijo, ijo ijo! Buka buka, buka buka!" sorak ribuan Bonek ke arah polisi.

Sementara itu, di sisi yang lain sejumlah aparat kepolisian juga menyiagakan kendaraan taktikal seperti water cannon untuk melakukan pengamanan serta menghalau gelombang datangnya Bonek.

Tampak pula, aparat anti huru-hara berseragam lengkap bersiaga di garda depan berhadapan langsung dengan para Bonek Mania.

"Kawan-kawan mari saling menjaga jarak. Saya juga Bonek Mania. Untuk kawan-kawan mohon merayakan di rumah saja untuk memutus pandemi Covid-19. Salam satu nyali wani," kata salah satu aparat kepolisian melalui pengeras suara.

Sementara itu, salah satu satu pentolan Bonek, Heri Agus Supriyanto atau yang karib disapa Cak Tessy mengaku tak tahu perihal aksi konvoi Bonek menyambut ulang tahun Persebaya tersebut.

"Aku nggak paham kalau Bonek datang ke Tambaksari, mas," kata Tessy, saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan, tak ada koordinasi apapun kepada para Bonek itu untuk melakukan aksi tersebut. Menurutnya hal itu adalah inisiatif pribadi mereka.

"Nggak ada koordinasi, nggak ada yang nyuruh, mungkin dari pikirannya sendiri-sendiri aja yang datang ke sana, nggak ada yang nyuruh," ucapnya.

Tessy mengaku tak habis pikir mengapa Bonek tetap melakukan aksi konvoi dan turun ke jalan, padahal situasi pandemi Covid-19 belumlah usai.

"Nggak tahu mas pusing," pungkas dia. ang