Unair Bakal Tandatangani MOU Kelanjutan Vaksin Merah Putih dan Vaksin Oral

Siap Luncurkan Vaksin, Rektor Universitas Airlangga Muhammad Nasih beserta Kepala Humas Unair Suko Widodo saat pers converence terkait perkembangan peluncuran vaksin merah putih, Kamis (5/11/2020). Sp/Arlana

SURABAYAPAGI, Surabaya - Rektor Universitas Airlangga Surabaya atau Unair, Prof. Mohammad Nasih, mewakili tim riset Unair, melihat bila situasi pandemi di tanah air belum menampakkan tanda-tanda mereda.

Per tanggal 2 Nopember 2020, jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 418.375 orang, dan jumlah pasien meninggal mencapai 14.146 jiwa. Meskipun demikian, di wilayah Jawa Timur sudah menunjukkan penurunan penambahan kasus positif, dari data 3 hari terakhir (sejak 2 November 2020) terhitung penurunan jumlah kasus positif mencapai 55 kasus.

Untuk itu, masyarakat menunggu adanya vaksin dalam meredakan pandemi Covid-19. Namun, seperti diketahui, proses pengembangan vaksin tidak mudah dan singkat. Beragam vaksin membutuhkan waktu tahunan bahkan belasan dan puluhan tahun dari proses eksplorasi virus hingga tersertifikasi untuk digunakan secara massal.

Universitas Airlangga sebagai lembaga pendidikan yang memiliki pusat penelitian berkomitmen untuk ikut mengembangkan vaksin dalam negeri bersama lembaga lainnya di Indonesia yang disebut Vaksin Merah Putih dan Vaksin Oral.

Nantinya tepat pada tanggal 09 November dalam rangka Dies Natalis ke 66 Unair kan melakukan tanda tangan kerjasama antara Unair dengan PT. Biopis dan kawan-kawan Biofarma Kemenristek Dikti untuk tindak lanjut proses uji ke manusia dengan Vaksin Merah Putih dan Vaksin Oral.

"Ada Menteri Menristek BIN untuk mendorong inovasi yang Unair hasilkan, juga melaunching produk untuk ditindaklanjuti, yaitu vaksin dan senyawa. Vaksin ada 2 model, Vaksin Merah Putih, Vaksin Oral," ungkapnya di Gedung Rektorat Unair, pada Kamis (05/11/20).

Vaksin Oral yang sebelumnya bekerja sama dengan salah satu Universitas di Negara Inggris, pada hasil tahapannya sedang disiapkan oleh pihak Unair untuk proses uji klinis.

"Formula dan bentuk sudah oke tinggal digunakan. dengan tahapan uji klinis.

Persiapan uji klinis, bahwa uji klinis memerlukan proses yang sangat panjang, dan tidak mudah mendapat ijin dari BPOM. Prodak sudah tersedia, hanya sedang menyiapkan protokol uji klinis. Kalau ijin turus untuk uji klinis maka kita bisa segera bisa kelapangan," terangnya.

Vaksin Merah Putih juga sedang dalam proses pembiakan, bersama kawan dari Biotis. Prof. Nasih mengatakan bila mereka memiliki fasilitas untuk pengembangan virus dan lain sebagainya.

"Dengan itu bisa uji klinis kepada manusia, tahapan uji klinis belum ke tahap ke 3 masih tahap 2. Kita ingin vaksin sesuai dengan Perpres yang sesuai dengan instruksi Presiden, maka kami lakukan penyesuaian. Kami ingin karya anak bangsa bermanfaat untuk bangsa kita. Pada tanggal 9 nanti launching, tetapi bukan untuk digunakan tapi untuk tahapan selanjutnya," tandasnya.

Tidak hanya itu, nantinya juga akan launching formula Reagen yang mempercepat proses pemeriksaan PCR agar masyarakat bisa mengetahui hasilnya adalah hitungan jam. byt