Usai Bertanding di Piala Dunia Amputasi 2022 di Turki, Bupati Jember Bakal Siapkan Fasilitas Lebih untuk Persaid

Bupati Jember Hendy Siswanto bersama pemain Persaid di Pendopo Wahyawibawagraha Jember.

SURABAYAPAGI.COM, Jember - Tiga pemain sepak bola dan satu direktur teknik Timnas Amputasi Indonesia yang berasal dari Persatuan Sepak Bola Amputasi Djember (Persaid) kembali ke tanah air usai berjuang di babak penyisihan grup Piala Dunia Amputasi 2022 di Turki.

Ketiga pemain tersebut ialah Muhammad Lukiyono, Budyanto, dan Muhammad Shiddiq Bahri. Sedangkan Direktur Teknik tersebut ialah Rixhi Saputra. Kepulangan mereka disambut langsung Bupati Hendy Siswanto di Pendopo Wahyawibawagraha bersama dengan pemain Persaid, Askab Jember dan perwakilan Dispora, kamis (20/10/2022). 

Bupati Hendy mengapresiasi pencapaian mereka meskipun belum berhasil memperoleh kemenangan.

"Meskipun kalah, kalian sudah mewakili Indonesia ke ajang Piala Dunia. Itu sudah hebat," ucap Bupati Hendy dalam sambutannya.

Keberadaan mereka dipandang sebagai potensi besar bagi Kabupaten Jember. Menurutnya, ketiga pemain dan satu pelatih tersebut merupakan aset yang perlu dikembangkan.

"Tidak bisa dipungkiri bahwa mereka adalah aset yang harus dikembangkan," ujarnya.

Maka dari itu, Pemkab Jember menjanjikan fasilitas bagi para pemain Persaid Jember. Bupati Hendy memberikan lampu hijau kepada Persaid untuk berlatih di Stadion Jember Sport Garden (JSG), Kabupaten Jember, Jawa Timur.

 “Monggo silakan ditindaklanjuti. Nanti pada saat latihan saya titip pesan, itu ada lintasan atletik, tidak boleh kena rokok, kena api. Kalau rusak sulit memperbaikinya, karena dari bahan sintetis. Silakan kalau mau memakai JSG, kami izinkan di sana,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Persaid Jember Sugianto mengatakan, Persaid memang butuh berlatih di JSG untuk menghadapi Piala Kemenpora di Jakarta pada pertengahan November 2022.

“Saat ini sedang dirapatkan. Kami sendiri punya target dalam Piala Kemenpora tersebut,”ujar Rixhi.

Selain itu, Bupati Hendy menginstruksikan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jember untuk membantu pengembangan Persaid.

“Persaid adalah bagian dari cabang olahraga tersendiri yang bisa diteruskan (pengembangannya). Kita punya sarana dan prasarana yang cukup. Saya berharap Persaid bisa dikembangkan terus, Dispora bisa mendukung kegiatan Persaid ke depan,” harapnya.

Tak hanya itu, Bupati Hendy mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyelenggarakan Bupati Cup untuk Sepak Bola Amputasi.

"Akan kami gelar Bupati Cup nantinya demi memotivasi mereka," pungkasnya.

Sebagai informasi,  Persaid adalah klub sepak bola amputasi yang berdiri pada 2019. Nama Persaid sendiri terilhami oleh nama Persid (Persatuan Sepak Bola Indonesia Djember). jbr