Menko Maritim Luhut Disorot Lagi

Usai Bisnis PCR, Kini Bisnis Sepeda Listrik

Luhut Binsar Panjaitan.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta -Pasca disorot bisnis PCR, kini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, disorot terlibat bisnis sepeda motor listrik.

Ekonom senior Faisal Basri menilai Luhut Binsar Panjaitan kini diduga terlibat dalam pusaran konflik kepentingan lagi. Temuan terbarunya, Luhut, kata Faisal menggunakan instrumen negara untuk mengembangkan perusahaannya.

“Anda bisa bayangkan, di dunia ini mana ada perwakilan pengusaha dan (sekaligus) perwakilan penguasa,” jelas Faisal Basri, dalam unggahan YouTube Refly Harun pada Selasa (4/1/ 2022).

Faisal Basri menyebut, Wakil Direktur Toba Bara Sejahtera Energi Utama Tbk Pandu Sjahrir, menandatangani kerja sama dengan perusahaan Taiwan. “Dan kedua pihak akan mengucurkan dana sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun-Rp 17 triliun dalam 5 tahun ke depan.

Atas alasan ini saya nilai dalam penyelenggaraan negara saat ini sudah marak terjadi konflik kepentingan,” ungkapnya.

 

Wakil Menteri Rangkap Kadin

Soal konflik kepentingan, Faisal menyebutkan contoh lainnya adalah wakil menteri Badan Usaha Milik Negara, merangkap sebagai ketua umum Kadin. Meski begitu Faisal tidak secara tegas menyebut namanya.

“Anda bisa bayangkan, di dunia ini mana ada perwakilan pengusaha dan (sekaligus) perwakilan penguasa,” jelas Faisal Basri.

Ekonom senior Faisal Basri menyebut Luhut Binsar Panjaitan diduga terlibat dalam pusaran konflik kepentingan. Pasalnya, Luhut menurut Faisal menggunakan instrumen negara untuk mengembangkan perusahaannya.

 

Diundang Luhut

Menurut penuturan Faisal, dia pernah diundang untuk bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di rumahnya.

“Saya rasa nggak ada rahasia ini, harus dibuka semua,” ujar Faisal.

Saat itu, menurut Faisal, Luhut akan mengutus Deputinya ke Taiwan untuk penjajakan sepeda motor listrik di Indonesia. Dengan kata lain, teknologinya berasal dari Taiwan.

Faisal Basri mengaku kaget, setelah beberapa hari kemudian, dia mendapatkan informasi perusahaan Luhut Binsar Panjaitan melakukan MoU dengan Gojek untuk mengembangkan sepeda motor listrik.

“Yang saya kesal itu dua hari kemudian ada di koran perusahaannya Luhut itu, MoU dengan Gojek untuk mengembangkan sepeda motor listrik. Ini kah udah gila.”

“Jadi kebijakan disiapkan, infrastruktur usahanya disiapkan,” tutur Faisal Basri.

 

Sahamnya Dimiliki Luhut

Melansir Cnnindonesia.com Selasa (4/1/ 2022), diberitakan bahwa Gojek dan PT Toba Bara Sejahtera Energi Utama Tbk yang sahamnya juga dimiliki oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan membangun usaha patungan (joint venture), electrum.

Usaha itu dibentuk untuk membangun ekosistem motor listrik di dalam negeri.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, selain menjadi sosok politikus di pemerintahan, ia juga merupakan pebisnis sukses dengan mendirikan PT Tobs Bara Sejahtera (TBS).

PT Toba Sejahtra (Perseroan) merupakan grup perusahaan yang bergerak di bidang energi, baik kelistrikan, pertambangan, dan migas, serta perkebunan & hutan tanaman industri, properti, dan industri. Sebelumnya Luhut mempunyai 99,9% saham Grup PT Toba Sejahtra. Namun, per Oktober 2017, saham yang dimiliki Luhut hanya tinggal 9,9%.

Data di Kemenhum, PT. TBS Energi Utama Tbk (TOBA) didirikan dengan nama PT. Buana Persada Gemilang pada tanggal 3 Agustus 2007. Di tahun 2010, Perusahaan mengubah namanya menjadi PT. Toba Bara Sejahtra Tbk. Perusahaan yang dikendalikan oleh Highland Strategic Holdings Pte Ltd ini, kembali merubah namanya menjadi PT. TBS Energi Utama Tbk di tahun 2020. Kegiatan utama Perusahaan ini adalah investasi di bidang pertambangan batubara, perkebunan kelapa sawit, dan sedang mengembangkan usahanya sebagai produsen pembangkit listrik mandiri melalui entitas anak. Per Desember 2019, karyawan Perusahaan mencapai 803 karyawan. 03, er, jk