Usai Dugem di Blackhole KTV Lenmarc Mall, Wanita Cantik asal Sukabumi Meninggal Dunia

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 05 Okt 2023 21:07 WIB

Usai Dugem di Blackhole KTV Lenmarc Mall, Wanita Cantik asal Sukabumi Meninggal Dunia

Diduga Dianiaya Anak Anggota DPR RI di Apartemen di Surabaya Barat

 

Baca Juga: Pengeroyok Sopir Truk hingga Tewas di Situbondo Diringkus

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wanita bernama Dini Sera Afrianti (DSA) alias Andini  (29) asal Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia di Apartemen Orchard kawasan Surabaya Barat, diduga dianiaya pria berinisial RT yang diduga anak anggota DPR RI.

Hal itu diutarakan Dimas Yemahura pengacara korban. Bahwa ditemukan luka lebam hampir di sekujur tubuh, seperti di kepala, kaki, tangan, dan dada.

“Kami menemukan indikasi penganiayaan berat dilakukan seorang laki-laki inisial RT anak anggota Dewan DPR RI,” kata Dimas, Kamis (5/10/2023).

Dimas menjelaskan, peristiwa ini bermula saat keduanya berada di salah satu ruangan tempat hiburan karaoke Blackhole KTV Lenmarc Mall Surabaya Barat. Di tempat itu korban dan pelaku diduga tengah bertengkar.

Aksi penganiayaan kepada korban diduga sudah dilakukan pelaku di ruangan karaoke itu. Dimas menyebut, dugaan itu berasal dari video yang direkam pelaku yang memperlihatkan korban sudah terkapar.

“Oleh saudara RT, ini divideo ditertawakan dan dia menyampaikan kepada security basement parkiran tidak tahu kenapa korban terkapar di situ. Bahkan lengan korban ada bekas diinjak (dilindas) ban mobil. Itu ada bekasnya kok,” lanjut Dimas, pengacara korban.

Dimas juga menyayangkan pihak sekuriti di sana tidak segera mengamankan korban. Namun justru membiarkan korban dimasukkan ke dalam bagasi mobil milik terduga pelaku.

Terduga pelaku kemudian membawa korban menuju ke apartemen kawasan Surabaya Barat. Sesampainya di kamar, pelaku melihat korban semakin lemas dan kehilangan kesadaran.

“Si RT ini gelisah, lalu ke bawah menemui petugas security dan pengelola apartemen. Lalu membawa korban ke National Hospital dan kemudian dinyatakan meninggal dunia sekitar 30-40 menit setelahnya,” tutur Dimas.

 

Polsek Sebut Sakit Lambung

Dimas mengungkap kronologi yang ia sampaikan ini berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan mengikuti olah TKP.

“Memang kemarin saya dapat info dari penyidik di lapangan bahwa RT mengakui ada kejadian penendangan dan pemukulan,” jelasnya.

Menurut pengacara korban, kasus kematian DSA ini sebetulnya dilaporkan pertama kali ke polsek setempat. Namun pihak polisi malah menyebut meninggalnya korban akibat penyakit lambung. Bukan tindak kekerasan.

Karena kecewa, dia pun melaporkan dugaan penganiayaan ini ke Polrestabes Surabaya. Sebab Dimas yakin kalau meninggalnya DSA akibat tindak kekerasan.

Baca Juga: 3 Pelaku Perampok Kantor Pegadaian di Kapas Krampung, Dibekuk

“Saat ini kami sedang mendampingi ibu korban dilakukan BAP. Setelah ini jenazah akan dikebumikan di Sukabumi,” ujarnya.

 

Dilakukan Autopsi

Sementara AKBP Hendro Sukmono Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, membenarkan kabar meninggalnya perempuan berinisial DSA. Kini, selain melakukan autopsi, pihaknya sudah memeriksa 15 orang saksi.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan ke sekitar 15 saksi, baik itu rekan korban, petugas di lokasi, maupun saksi lain di mana korban meninggal dunia,” kata Hendro saat ditemui di RSUD dr Soetomo.

Selain memeriksa 15 saksi, pihak Satreskrim telah mengantongi rekaman CCTV yang di sekitar TKP. Hendro bilang, ada lima titik yang diperiksa oleh polisi.

Antara lain di lokasi hiburan malam, lobby hiburan malam, basement parkiran, apartemen korban, dan rumah sakit.

Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui berada di salah satu tempat hiburan malam sebelum meninggal di apartemen.

Baca Juga: Edarkan Pil Koplo, Arek Simo Gunung Dibui

Kemudian waktu ditanya terkait dugaan penganiayaan kepada korban sebelum ia meninggal, polisi belum bisa memastikannya. Sebab masih dalam tahap penyelidikan. “Ini masih kami dalami,” imbuh Hendro.

Sejak kemarin malam korban sudah dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani autopsi. Hasil autopsi tersebut bakal menjadi bukti polisi dalam menentukan langkah penyelidikan selanjutnya. “Saat ini masih dilakukan autopsi. Kita tunggu hasilnya nanti,” tutur Hendro.

 

Curhat di TikTok

Berdasarkan informasi yang dihimpun Surabaya Pagi, sebelum kejadian DSR kejadian dugaan penganiayaan, Andini sempat curhat di akun TikTok miliknya, @bebyandine. Ia, dalam unggahannya itu, menuliskan kalimat-kalimat emosional yang diduga diperuntukkan sang pacar, RT.

"Cwe nya mati-matian jaga hati buat cwo nya, eh cwo nya mati-matian buat matiin cwe nya," begitu tulis Dini dalam video TikTok di akun @bebyandine.

Video tersebut diunggah dua hari lalu, tepatnya beberapa jam sebelum Dini dan kekasihnya mengunjungi Blackhole KTV Lenmarc Mall Surabaya.

Usai unggahan video tersebut, tak terlihat lagi unggahan video Dini di TikTok-nya hingga tersiar kabar bahwa ia tewas diduga dibunuh kekasihnya. ril/ham/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU