Vaksin Sinovac Buatan China Gagal Dapat Izin WHO April Ini

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis pertama produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Izin WHO sangatlah penting, berdasarkan status terkini evaluasi WHO pada 14 April 2021, Vaksin Sinovac gagal mendapat izin WHO pada April 2021 seperti yang diperkirakan sebelumnya. Status vaksin Sinovac saat ini masih dalam tahap assessment di proses Emergency Use Listing Procedure (EUL)/Prequalification Programme (PQ) di WHO.

Selain itu, beberapa negara lain seperti Malaysia umumnya memilih menggunakan vaksin Pfizer, termasuk Perdana Menteri Muhyiddin Yassin. Sedangkan Singapura juga memesan Sinovac, namun vaksinnya tak terpakai karena tidak ada izin.

Menanggapi kabar terkait rendahnya vaksin buatan China termasuk Sinovac oleh otoritas negara tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi angkat bicara. Karena vaksin Sinovac ini merupakan andalan di Indonesia. Rencananya, pemerintah ingin tambah pesanan hingga 100 juta vaksin Sinovac.

Sementara itu, penggunaan vaksin buatan China ini juga sudah melalui uji klinis tahap tiga dan sesuai standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan dari hasil evaluasi Badan POM, ITAGI, dan para ahli, vaksin Sinovac yang saat ini digunakan masih cukup efektif menekan laju penularan dan memberikan perlindungan dari Covid-19.

Nadia menambahkan uji klinis vaksin Sinovac tidak hanya dilakukan di China, tetapi juga di Brazil, Turki, bahkan Indonesia dengan efikasinya mencapai 60 persen. Hal ini sudah sesuai standar dari WHO yakni di atas 50 persen.

“Uji klinis Sinovac ini dilakukan bukan hanya di China, tapi juga di Brazil dan Turki selain di Indonesia dan efikasi dari vaksin ini 65 persen. Dan di Brazil semuanya hampir di atas 60 persen,” ujarnya, Senin (19/4/2021).

“Kita juga melihat dari hasil uji klinis kita, bahwa peningkatan antibodi yang didapatkan dari hasil uji klinis tahap tiga yang dilakukan di UNPAD itu terjadi peningkatan 95 sampai 99 persen. Berarti kalau kita bicara kemampuan pembentukan antibodi di dalam tubuh kita, itu masih sangat baik,” lanjut Nadia.

Dari data-data ini, Nadia menyampaikan agar masyarakat yang sudah mendapatkan kesempatan untuk divaksin tidak perlu ragu, karena tujuan vaksinasi tersebut untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Dsy16