Vaksinasi Pelaku Usaha Mikro di Banyuwangi Dikebut

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau vaksinasi bagi pelaku usaha di Kecamatan Genteng. 

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Vaksinasi covid-19 di Banyuwangi masih terus digencarkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi guna mencapai target herd imunity 70 persen.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau vaksinasi bagi pelaku usaha ultra mikro termasuk PKL, pedagang keliling, dan warung-warung kecil di Kecamatan Genteng.

Ipuk mengatakan vaksinasi kepada PKL, warung kecil, dan pedagang keliling adalah ikhtiar melindungi para pelaku ekonomi tersebut.

"Nanti insya Allah bila PPKM kita turun level, sehingga ada beberapa pelonggaran pembatasan, beliau-beliau sudah mendapat vaksinasi, insyaallah lebih terlindungi. Badan sehat, ekonomi pulih. Itu tekad kita bersama," ujar Ipuk, Sabtu (24/7/2021).

"Protokol kesehatannya harus tetap diperhatikan. insyaallah cari rezeki tenang, berkah, badan juga sehat," imbuh Ipuk.

Ipuk mengatakan PKL hingga warung-warung kecil memiliki tingkat interaksi sosial yang sangat tinggi dalam pekerjaannya. Mereka bertemu dengan banyak orang setiap hari. Vaksinasi ini adalah bentuk komitmen perlindungan ekonomi arus bawah di Banyuwangi.

Secara bertahap, sambung Ipuk, Puskesmas akan mengoordinasikan pelaksanaan vaksinasi untuk PKL, warung kecil, dan pedagang keliling.

"Vaksinasi untuk para pelaku ekonomi sebenarnya juga telah kita lakukan sejak awal. Sekarang kita akan intensifkan terus sembari pararel juga menjalankan vaksinasi untuk anak dan warga lain secara umum," papar bupati perempuan tersebut.

Selain vaksinasi, saat ini pemkab Banyuwangi juga memiliki program pemberian bantuan Rp 300.000 per PKL dan warung-warung kecil. Sasarannya mencapai lebih dari 3.000 orang. "Ini bertahap terus kita salurkan. Kemarin sudah jalan hampir setengahnya, terus kita salurkan sampai pekan depan," ujarnya.

Ipuk sekali lagi tetap mengingatkan semuanya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Maskernya harus selalu dipakai. Mungkin kurang nyaman, mboten nopo-nopo nggeh (tidak apa-apa ya)? Ini demi kesehatan Bapak/Ibu sendiri," kata Ipuk kepada para PKL, warung kecil, dan pedagang keliling.