Catatan Raditya Khadaffi

Viral Blast Global, Investasi Bodong asal Surabaya Dikelola Orang Bernyali

Catatan Wartawan Raditya M. Khadaffi

PT Trust Global Karya atau Viral Blast Global kini disidik Bareskrim Polri. Perusahaan investasi bodong robot trading asal Surabaya ini dididuga merugikan 1.200 nasabahnya sebesar Rp1,2 triliun di seluruh Indonesia. Uang nasabah ini digulung hanya dalam waktu tak sampai dua tahun.

Sampai Selasa (29/3/2022) kemarin, pihak kepolisian telah menetapkan empat tersangka. Satu orang dinyatakan DPO (Daftar Pencarian Orang) yaitu Putra Wibowo, asal Lumajang. Tiga orang lainnya telah ditahan Rizky Puguh Wibowo, Minggus Umboh dan Zainal Hudha Purnama.

Tiga pelaku yang berusia muda memasarkan produk e-book dengan nama Viral Blast. Produk e-book yang berisi panduan keuangan dipasarkan kepada para member untuk trading. Para member dijanjikan keuntungan setiap bulan dengan metode withdraw.

Namun pada kenyataannya, uang yang disetor para member ini diberikan ke exchanger untuk kemudian dibagi kepada para pengurus dan leader. Sedangkan keuntungan yang dijanjikan untuk para member sebenarnya tidak pernah ada karena uang yang diberikan berasal dari setoran awal para member.

Hasil penelusuran saya ke sejumlah member, leader, penyidik Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus pada Bareskrim Polri dan Video kanal Youtube Roy Shakti pada 14 Februari 2022, para pelaku bernyali besar. Pertanyaan besarnya, kemana dana publik?. Mengingat keempat pelaku saling melempar tanggungjawab.

"Saya Putra Wibowo memnta maaf sebesar besarnya kepada seluruh member viral blast, baik seluruh founder, leader dan seluruh karyawan. Sudah saatnya perusahaan ini mengatakan yang sebenar benarnya bahwa kami melakukan rekayasa. Uang yang ada di broker itu tidak ada. Uang yang dari member hanya untuk tutup lubang gali lubang," ujar Putra, pria berwajah oriontal berambut plontos. Saat life di video, Putra yang berkaos warna abu-abu tampak bermuka bundar.

Ia juga menyebut Millionare Prime sebagai salah satu 'kapal' baru yang digunakan para pimpinan sebagai exit plan. "Karena ini hanyalah money game baik program baru maupun seven daily trade.
Maka dari itu saya sungguh menyesal dan minta maaf sebesar besarnya. Saya terjebak dan dikhianati dan ditinggalkan ke kapal yang baru yaitu Millionare Prime. Itu uang rakyat yang ada di Millionare Prime 150 Miliar, tolong itu uang rakyat dan hak member yang dikuasai oleh Zainal Huda Purnama, Minggus Umboh dan Rizky Puguh Wibowo," ujarnya.

Sementara Minggus Umboh, Rizky dan Zaenal Huda, yang live hanya berkaos dan ada bercelana pendek, mengaku tak bisa akses ke rekening perusahaan.

Kesan saya, antar empat orang ini bermain sandiwara seolah mereka sedang konflik. Tiga pelaku yang kini ditahan di Bareskrim Polri dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 atau Pasal 5 atau Pasal 6 jo Pasal 10 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU jo Pasal 105 jo Pasal 9 dan/atau Pasal 106 jo Pasal 24 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Para tersangka kasus investasi bodong ini terancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

***

Dalam penelusuran saya di akun dan web PT Trust Global Karya, pelaku memamerkan berbagai perijinan perdagangan bahkan ijin kelola robot trading dari Kemen Info.

Secara akal sehat, saya mencurigai legalitas yang dipublish para tersangka sepertinya hasil goreng-gorengan. Terbukti perusahaan exchanger dari Thailand dan Rusia, diakui bodong, hasil rekayasa mereka berempat.

Secara hukum (pembelajaran kepada publik), Kasus robot trading Viral Blast yang dikelola PT Trust Global Karya, contoh aktual.

Robot trading, sebagai kecerdasan buatan manusia, ternyata bisa digoreng oleh manusia seperti Putu, Rizki, Minggus dan Huda. Digoreng untuk memperkaya diri mereka.

Saya telusuri, cara goreng robot trading Viral Blast , tidak susah susah amat. Penggorengnya hanya butuh nyali dan sifat licik.

Ya nyali disertai kelicikan. Bayangkan legalitas sebuah PT, dimasukan wajan yang sudah berisi minyak goreng kemasan, bukan curah. Dalam wajan ditumpahi legalitas Bapperti Kementerian perdagangan, dan kemeninfokom. Kemudian ditambahi sosis asal Rusia dan diguyuri sayur Tom Yam dari Thailand.

Ternyata “network” seolah punya link bisnis dengan perusahaan Rusia dan Thailand, tipu-tipuan. Bos-bos Viral Blast, nyatanya tak punya link bisnis halal di dua negara itu. Perusahaan asing itu hanya pengelabuhan untuk menaikan pamornya seolah perusahaan berskala global, sesuai nama perusahaan yang memakai kata “global”.

Robot trading ini diluncurkan oleh PT Trust Global Karya atau Viral Blast Global. Saat ada pengumuman investasi bodong,Direktur Utama Viral Blast Global Ricky Meidya Putra, berani muncul di media sosial. Ricky menegaskan perusahaanny tidak menjual produk investasi forex dan situs resminya telah terdaftar di Kementerian Perdagangan. Luar biasa nyalinya. Mereka bernyali menggoreng Legalitas dari OJK, Bappeti, Kemeninfokom dan Kemenhumham. Praktik semacam ini tak ubahnya kejahatan kerah putih yang hanya bisa dikerjakan orang bernyali, cerdas dan licik.

Sebagai Direktur Utama Viral Blast Global, Ricky Meidya Putra menyayangkan rilis berita yang beredar mengenai situs investasi forex ilegal yang diblokir. Dalam rilis tersebut tercantum website resmi perusahaan, yakni www.viralblastglobal.com.
Ini terjadi pertengahan tahun 2021. Pada saat itu Ricky malah menegaskan bahwa pihaknya secara aktif telah mengumumkan kepada masyarakat umum agar waspada terhadap situs elektronik ilegal tersebut.

Hal paling berani, Ricky, tidak merasa perusahaannya bodong. Maka ia berharap tindakan tegas pemblokiran oleh Bappebti dapat memberikan efek jera bagi para pelaku usaha ilegal dan sekaligus melindungi masyarakat dari potensi penipuan yang dilakukan oleh entitas ilegal.

Sebagai jajaran owner Viral Blast Global , Ricky malah mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap berbagai situs yang menggunakan merek dagang milik PT Trust Global Karya, untuk melakukan berbagai penawaran ilegal tanpa izin.

Padahal saat itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memblokir 82 domain situs web entitas di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang tanpa memiliki perizinan dari Bappebti selama Juli 2021.

Dalam siaran pers, Bappebti mencantumkan situs milik Viral Blast, yakni https://viralblastglobal.com/ dalam daftar domain situs entitas yang melakukan kegiakan PBK tanpa izin Bappebti, yang diblokir pada Juli 2021.

Tapi bos-bos PT Royal Global Karya, beroperasi terus. Makanya, banyak pihak yang menyarankan Bareskrim Polri perlu memanggil pejabat OJK dan Bappeti. Ada apa sebenarnya terkait “lolos”nya operasional Viral Blast sejak pertengahan 2021.

Padahal OJK melalui satgasnya, sering mengumumkan bahwa dengan maraknya kasus investasi bodong publik harus lebih waspada saat memilih produk keuangan. Maklum, sejatinya investasi merupakan kegiatan menanamkan modal kepada sebuah perusahaan yang tujuannya untuk mendapatkan profit besar di masa depan. Namun hingga saat ini, masih banyak orang yang masih tergiur untuk mendapatkan keuntungan dari investasi dalam waktu singkat.

Publik acapkali terkecoh pada produk investasi yang menawarkan keuntungan tidak lazim . Perusahaan semacam ini dicurigai sebagai investasi bodong atau ilegal. Viral Blast kini terbongkar melakukan penipuan investasi atau investasi bodong dengan cara pengumpulan dana dari masyarakat secara tidak sah, sehingga banyak berkaitan dengan ketentuan Hukum Pidana. ([email protected])