Wabup Blitar Rahmad Santoso Menangkan Lelang Sepeda

Sepeda jadul yang berhasil dimenangkan Wabup Blitar dalam lelang diangkut menggunakan pikap. SP/Hadi Lestariono

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Beberapa komunitas di Blitar bersama Kodim 0808/Blitar menggelar lelang sepeda antik ala Bung Karno, Jumat (3/12) yang diadakan di Alun Alun Kota Blitar.  Hasil lelang untuk donasi membantu perbaikan Klenteng Poo An Kiong yang terbakar pada Senin (22 /11) lalu.

Lelang sepeda antik dengan mengusung tema ‘Aksi Peduli Klenteng Poo An Kiong’ itu secara terbuka memamerkan sepeda yang dilelang menggunakan mobil pick terbuka.

Pagelaran lelang ini diproduseri  oleh komunitas Balitara, Blitar Hardtop Community (BHC), Blitar Land Rover Community (BLRC) tak luput dari Kodim 0808/Blitar. 

"Kegiatan ini diinisiasi teman-teman komunitas Balitara, BHC dan BLRC, yang ingin membantu saudara kita yang tempat ibadahnya terkena musibah terbakar yaitu Klenteng Poo An Kiong," kata Komandan Kodim 0808/Blitar, Letkol Inf Didin Nasrudin Darsono, M.Han pada wartawan.

Menurut  Letkol Inf Didin  dampak dari musibah kebakaran Klenteng Poo An Kiong, juga dirasakan kita semua, maka dengan spontanitas, digelar lelang sepeda antik dan hasilnya digunakan untuk membantu memperbaiki Klenteng Poo An Kiong agar bisa segera digunakan lagi untuk beribadah. 

"Ini bentuk kepedulian dan rasa kerukunan antar umat beragama di Blitar Raya yang tetap harus kita jaga bersama, sampai kapanpun," jelas Pamen TNI yang Ahli Strategi Infanteri ini.

Sementara dalam lelang sepeda merk Burgers buatan tahun sekitar 1940 an itu uniknya sepeda itu mirip dengan yang sering dipakai sang  Proklamator sekaligus Presiden Pertama RI Ir Soekarno kala itu.

Menurut Dafid (43) pemilik  sepeda antik buatan Belanda ini, mengatakan hampir 100 persen original. "Hanya ban saja yang tidak orisinil, karena harus diganti agar tetap bisa dipakai," tutur Dafid, pria bertubuh tembem ini.

Lelang yang dipimpin langsung Komandan Kodim 0808/Blitar ini menjelaskan untuk penawaran pertama dibuka dengan harga tawar mulai dari Rp 1 juta, dan  diberikan kesempatan pada warga yang tertarik, untuk menawar lebih tinggi. 

Di sela-sela lelang sepeda itu bersamaan Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso SH melintas saat menuju ke Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN).

Mungkin tertarik Wabup itu langsung berhenti karena melihat kerumunan orang, setelah mengetahui adanya lelang sepeda, orang nomor dua di Pemkab Blitar itu pun ikut serta lelang dan tertarik keunikan sepeda tersebut. 

Rahmad Santoso menawar Rp 5 juta. Ternyata nilai terus bertambah, bahkan Wakil Ketua KTNA Jawa Timur, Anna Luthfie yang sengaja hadir setelah mendengar ada lelang sepeda antik untuk membantu klenteng. Penawaran menjadi Rp 10 juta, rupanya Wabup Rahmat tak mau kalah, dan menawar sepeda seharga menjadi Rp 12 juta, juga Komandan Kodim 0808 ini tak mau kalah, langsung dua penawar terdahulu di mentahkan Letkol Inf Didin, dengan menawar Rp 13,5 juta. 

Wabup Rahmat yang sejak awal tertarik sepeda antik, langsung meningkatkan tawarannya jadi Rp 15 juta, rupanya setelah Wabup mematok harga Rp 15 juta tidak ada penawaran lagi dari peserta pelelangan yang lain.

Setelah memenangkan lelang, Rahmat mengaku  tertarik membeli sepeda antik tersebut, awalnya hanya ingin melihat sepeda antiknya, tapi setelah diberitahu mirip dengan yang dipakai Proklamator Soekarno maka tertarik Wabup Blitar ini.

"Selain ingin punya, sekaligus untuk koleksi dan membantu donasi untuk klenteng yang terbakar. Kebetulan juga ada saudara saya yang Budha," ungkap Wabup Rahmat sambil acungkan ibu jarinya.

Rupanya sebelum menjadi pemenang lelang, Wabup Rahmat sudah membantu mencarikan donasi dari saudara dan koleganya yang langsung ditransfer ke rekening Yayasan Klenteng Poo An Kiong.

"Jumlahnya berapa saya belum tahu pasti, tapi banyak yang sudah membantu," tambah Wabup yang hobi sepedahan ini.

 

Selesai acara lelang dan Jumat berkah, Wabup Rahmat, Dandim Didin, Anna Luthfie bersama rombongan Bitara, BHC dan BLRC langsung menuju Klenteng Poo An Kiong. Untuk melihat kondisi klenteng berusia 136 tahun pasca terbakar dan sedang dalam proses perbaikan, serta menyerahkan donasi hasil lelang pada Ketua Yayasan Klenteng Poo An Kiong, Ibu Dina.

"Terima kasih, saya mewakili Klenteng Poo An Kiong, semoga bantuan ini mendapat balasan setimpal," kata Ibu Dina. Les