Wabup Pasuruan Buka Bimtek Pengelolaan Kompos untuk Peternak

Gus Mujib saat pembekalan keterampilan pengelolaan kompos

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Selepas pembekalan keterampilan pengelolaan kompos dari limbah Sapi, Wakil Bupati Mujib Imron mengajak kepada seluruh peserta pelatihan agar dapat mengaplikasikannya. Memanfaatkan kotoran hewan ternak yang dimilikinya untuk diproses menjadi pupuk. Sama halnya dengan materi yang disampaikan oleh para narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Kompos.

Diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Kantor Kecamatan Sukorejo, forum pelatihan praktis bagi para peternak Sapi tersebut diikuti oleh 20 Ketua dan Sekretaris Kelompok Ternak. Berikut dihadiri ke-40 Anggota Kelompok Ternak Lingkup Kecamatan Sukorejo.

“Hanya dengan pelatihan Bimtek, maka kita akan mendapatkan ilmu praktis. Bagaimana pengelolaan kompos dari limbah kotoran Sapi. Tujuannya untuk membekali keterampilan petani ternak dalam mengolah kotoran Sapi menjadi pupuk organik,” pesannya Senin (3/10/2022).

Didampingi Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Imam Irwanto, Wakil Bupati berharap kepada seluruh peternak Sapi agar benar-benar menerapkan ilmu yang diberikan. Tujuan utamanya sudah pasti. Memberikan nilai tambah pendapatan bagi peternak Sapi dan keluarganya.

“Saya mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya pelatihan-pelatihan teknis. Ini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas SDM petani ternak. Terlebih saat ini Kabupaten Pasuruan berebut momentum kemajuan. Jadi harus lari bagaimana menangkap peluang dan potensi dalam segala hal. Karena semuanya serba jalan tol,” ujarnya.

Dihadiri oleh Camat Sukorejo dan Petugas Penyuluh Lapangan Kecamatan Sukorejo, Gus Mujib sapaannya menambahkan, sebagai daerah penyuplai terbesar di Jawa Timur, Kabupaten Pasuruan memiliki keunggulan dibandingkan dengan daerah lainnya. Jumlah Sapi yang berlimpah, baik Sapi Perah maupun Sapi Potong menjadi modal tersendiri bagi peternak untuk meningkatkan nilai keekonomiannya. Diantaranya dengan memanfaatkan limbah kotoran hewan ternaknya sebagai bahan baku pembuatan kompos.

“Kabupaten Pasuruan masuk ring pertama daerah industri bersama-sama Surabaya, Gresik, Sidoarjo. Termasuk sebagai daerah agro sebagai daerah penyangga pusat pangan di Jawa Timur. Termasuk penyuplai susu Sapi. Karena Kabupaten Pasuruan penyuplai terbesar di Jatim. Sapi potongnya sekitar 116 ribu ekor lebih. Sapi perah hampir 95 ribu. Potensi ini yang harus betul-betul kita manfaatkan sebagai peluang usaha,” ajak Wakil Bupati kepada seluruh peternak Sapi yang hadir dengan bersemangat.

Melalui Bimtek Pengolahan Kompos, peternak Sapi diberikan materi tentang cara pengolahan silase dan konsentrat. Adapun sumber pembiayaan kegiatan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) yang ditujukan untuk pengembangan agribisnis peternakan. Sekaligus sebagai implementasi dari program “PASURUAN PODO ROSO’’, akronim dari Pemerataan Ekonomi dan Pelayanan Publik. Harapannya, meningkatkan pemerataan penghasilan masyarakat peternak.

“Ke depan, saya harap kegiatan Bimtek ini menjadi pilot project dalam penggunaan DBH-CHT untuk meningkatkan kesejahteraan peternak di Kabupaten Pasuruan,” ucap Gus Mujib.

Diketahui, Kabupaten Pasuruan memiliki populasi Sapi Potong sebanyak 116.742 ekor dan Sapi Perah sebanyak 94.107 ekor. Tentunya potensi tersebut harus terus dikembangkan melalui sistem usaha agribisnis peternakan dengan memanfaatkan teknologi yang lebih modern. Sehingga dapat menghasilkan populasi, produksi, produktivitas, pasca panen dan pemasaran yang lebih luas. Pemanfaatan limbah Sapi diantara solusi cerdasnya. ris