Wacana Hotel jadi Safe House Pasien Covid-19 Ditolak Warga

Warga dan muspika sosialisasi hotel dijadikan safe house.

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Wacana pemerinta kota (Pemkot) Malang membuat safe house pasien covid-19 di Hotel Syariah Radho Suites di Jalan Simpang Kawi mendapat penolakan Warga Kelurahan RW 04 Kelurahan Bareng, Kecamatan Bareng, Kota Malang.

Ketua RW 3 Kelurahan Bareng, Rikzy Firdaus, mengatakan jika 93 persen warga menolak rencana tersebut. Hal itu diketahui, dari hasil survei yang dilakukan melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Survei digelar pasca Pemkot Malang melakukan sosialisasi rencana hotel syariah di wilayah mereka akan dijadikan safe house, Jumat (23/7/2021) lalu.

"93 Persen warga kami menyatakan berkeberatan dengan penempatan safe house di Rad Hotel ini. Secara psikis warga kami masih takut. Merasa kurang aman dan nyaman," ujar Rizky kepada wartawan, Minggu (25/7/2021).

Menurut Rizky, ada tiga RT di wilayah mereka masuk zona kuning. Di dalamnya ada 15 warga menjalani isolasi mandiri (isoman). Sementara ini, Rizky masih menunggu kelanjutan dari rencana Pemkot Malang tersebut. Sebab hasil rapat agenda sosialisasi itu menjadi bahan pertimbangan bagi Pemkot Malang.

"Kalau mau tetap ada dipaksakan masuk (Menggunakan Radho hotel), ini namanya paksaan kepada warga. Kami (Ketua RW) berusaha meredam gejolak-gejolak di masyarakat," tegasnya.

Terpisah, Camat Klojen Kota Malang, Heri Sunarko menambahkan, alasan warga menolak karena faktor psikologis.

"Warga mungkin terkontaminasi oleh berita kematian covid-19 dan lain-lain. Warga itu gak salah menolak, mereka hanya khawatir," terang Heri terpisah.

Heri menerangkan rencana safe house di Radho Suite Hotel itu bukan untuk pasien yang sedang sakit covid-19. Melainkan, diperuntukan bagi warga menjalani masa pemulihan, setelah isolasi di safe house Pemkot Malang di Jalan Kawi.

"Itu untuk tempat recovery bagi pasien yang telah negatif covid-19, setelah 10 karantina di safe house Jalan Kawi," tuturnya.

"Pasien negatif itu paling hanya recovery sehari dua hari selesai langsung pulang. Tujuannya untuk mengurangi penumpukan pasien atau bed di safe house Jalan Kawi," pungkasnya.