Wali Kota Eri: Jembatan ini Gerakkan Ekonomi Kota

Peresmian Jembatan Sawunggaling oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Wali kota Surabaya Eri Cahyadi

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pasca Jembatan Sawunggaling diresmikan dan dibuka untuk umum. Pemerintah Kota Surabaya sangat berharap pada Gedung Parkir dan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ).

Pasalnya, bangunan TIJ ini revitalisasi dari Terminal Joyoboyo dipotensikan untuk mengangkat sektor perekonomian di Surabaya. Khususnya dapat memberikan pelayanan jasa angkutan, sebagai tempat asal dan tujuan, maupun tempat tunggu penumpang angkutan.

Seperti yang diungkapkan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Minggu (2/5/2021), bahwa awal perencanaan pembangunan Jembatan Sawunggaling dan TIJ, dikhususkan untuk menggerakkan roda perekonomian UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) untuk mewadahi berbagai angkutan umum.

"Ketika ini berjalan, memang pergerakannya untuk UMKM. Itu yang direncanakan sejak awal untuk menggerakkan ekonomi Kota Surabaya," kata Eri Cahyadi, Minggu (2/5/2021).

Pembangunan Jembatan Sawunggaling, TIJ dan Kebun Binatang Surabaya (KBS) ini juga saling terkoneksi satu sama lain. Harapannya, masyarakat dapat merasakan manfaat adanya pembangunan ini, khususnya dari segi peningkatan ekonomi.

"Setiap pembangunan di Surabaya, masyarakat di sekitar harus bisa merasakan manfaatnya. Adanya Sentra UMKM (di TIJ), masyarakat sekitar harus bisa merasakan," ujarnya.

 

Wadahi Angkutan Umum

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menyampaikan,TIJ mewadahi berbagai moda angkutan umum seperti bus kota, lyn, dan Suroboyo Bus.

Gedung parkir dan TIJ, juga berfungsi sebagai tempat parkir untuk mengakomodir kendaraan yang parkir di terminal Joyoboyo dan sekitarnya. "Gedung Parkir dan Terminal Intermoda Joyoboyo ini berdiri di atas lahan dengan luas sekitar 8.669 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 34.624 meter persegi," kata Irvan.

Ia menjelaskan, bahwa Gedung Parkir dan TIJ ini kapasitasnya mewadahi untuk digunakan beragam jenis kendaraan dengan tinggi 5 lantai dan basement. Dengan rincian, untuk kapasitas Parkir Mobil 363 SRP (Satuan Ruang Parkir), Parkir Motor 504 SRP, Parkir Sepeda 100 SRP, Slot Bus Pariwisata 8 SRP, Slot Bus Kota atau Suroboyo Bus 4 SRP, Slot Lyn 60 SRP, Drop-off Mobil pribadi atau Taxi 9 SRP.

Irvan menjelaskan, TIJ ini berkonsep Green Building dan dirancang menjadi terminal ramah lingkungan.  Caranya yakni, dengan menciptakan ruang terbuka hijau serta memanfaatkan lahan dengan bijak. Sehingga dapat menciptakan kualitas udara yang baik dan nyaman untuk dikunjungi. “Terminal Intermoda Joyoboyo saat ini sedang dalam proses mengikuti sertifikasi Silver dari Green Building Council Indonesia,” ungkapnya.

 

Pembangunan Gedung Parkir dan TIJ ini juga memperhatikan konservasi air, yakni, dengan cara mendaur ulang air bekas pakai (gray water) untuk kembali dipergunakan menyiram tanaman dan flushing toilet. Bahkan untuk manajemen lingkungan bangunan, pembuangan sampah dibedakan menjadi tiga jenis. pat/cr2/rmc