Wali Kota Rutinkan Berbagi dan Anjangsana Rumah Warga di Jumat Berkah

Wali Kota Mojokerto, Ning Ita dan suami rutin menebar kebaikan di Jumat Berkah. SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Seperti hari Jumat biasanya, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari melaksanakan ritual rutin berbagi sedekah dan anjangsana ke rumah-rumah warga. 

Kali ini Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon menjadi lokasi kegiatan Jumat Berkah bagi Wali Kota Ning Ita.

Dengan berboncengan menggunakan motor vespa bersama sang suami,  Supriyadi Karima Syaiful, Petinggi Pemkot Ini mencoba menanggalkan baju kebesaran pejabat tinggi negara dengan berbaur melebur bersama masyarakat jelata.

Bahkan Wali Kota Perempuan pertama di Kota Mojokerto ini tampak gayeng makan jajanan pasar yang dijajakan penjual keliling sambil 'ngemper' di Jembatan Blooto.Tak hanya itu, Ia juga tak segan memborong jualan pedagang kaki lima yang ditemuinya saat melintas.

 

Kepada media, Ning Ita mengatakan hari Jum'at adalah hari spesial bagi dirinya untuk menyapa warga secara langsung. Ia mengkhususkan hari besar umat Islam tersebut untuk mendengar dan mengatasi setiap keluhan warganya.

Ia rela menyusuri gang-gang kecil perkampungan, anjangsana ke rumah-rumah warga yang membutuhkan uluran tangan, mendengar curhatan warga, menebar kebaikan dan kebahagiaan untuk masyarakat Kota Mojokerto.

"Bagi umat muslim hari jumat adalah hari yang baik atau lebih utama dibandingkan hari-hari lainnya. Juga ada banyak keistimewaan jika kita berbuat baik di hari tersebut," ungkapnya, Jumat (13/8/2021) pagi.

Ning Ita menyebut, jika berbagi sedekah di hari tersebut maka pahalanya akan berlipat ganda. Bahkan menurutnya, jika berbuat kebaikan di hari tersebut maka akan menghapus dosa selama sepekan kemarin. "Keistimewaan itu ada di hadist nabi, jadi kalau memang baik mengapa tidak kita laksanakan," serunya.

Ning Ita mengatakan, ketika turun langsung menyapa warga, ia jadi tahu kondisi masyarakat Kota secara langsung, 

"Saya tadi menjenguk salah satu warga yang sakit, membagikan hadiah buat anak anak yang rajin memakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Juga kami membagikan bantuan sembako dan masker kepada warga yang membutuhkan," ujarnya.

Lebih lanjut Ning Ita menjelaskan sebelum pandemi Pemerintah Kota Mojokerto telah memiliki program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan selama 60 menit setiap Jumat. Dalam pelaksanaannya, ia bersama jajarannya akan bersepeda keliling untuk mengecek dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Namun di saat pandemi, Ning Ita mengatakan kegiatan PSN terintegrasi tidak dapat berjalan secara rutin. Hal ini mengingat adanya pembatasan kegiatan masyarakat. Untuk itu, pihaknya mulai melakukan kegiatan Jum'at Barokah dengan menggandeng Baznas dan donatur lainnya.

"Saya gandeng Baznas dan beberapa orang donatur yang memiliki kesamaan visi untuk mengisi celah-celah kekurangan sosial, untuk mereka yang belum tercover bantuan APBD Pemkot Mojokerto," terangnya.

Ning Ita menyebut terdapat beberapa jenis bantuan yang disalurkan, seperti kursi roda, alat bantu jalan bagi anak disabilitas. Pihaknya juga memberikan pekerjaan kepada anak disabilitas yang sudah memiliki keterampilan dan lulus sekolah.

"Kemudian bagi lansia, saya bersama dengan suami punya program-orang tua asuh. Kami mencari donatur-donatur bagi para lansia yang memang sangat tidak memungkinkan diberi bantuan dalam bentuk sembako, karena hidupnya sebatang kara," imbuhnya. Dwy