Reses Mayjend TNI Purn Dr Istu Hari Subagio

Warga Sampaikan Aspirasi Desa Wisata dan Kebutuhan Pupuk

Foto : Mayjend TNI Purn Dr Istu Hari Subagio (tengah) saat reses di Balai Desa Waung Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, Selasa malam (31/5/2022).

SURABAYAPAGI.COM, Nganjuk - Pemulihan Ekonomi Masyarakat setelah terdampak Covid-19 menjadi tema utama pelaksanaan Reses II Mayjend TNI Purn Dr Istu Hari Subagio. Masyarakat Desa di wilayah Kabupaten Nganjuk dan Madiun yang di datangi Ketua Komisi A ini tampak antusias menyampaikan segala bentuk aspirasinya agar kehidupan ekonomi kembali berjalan normal.

Salah satu aspirasi cukup menarik untuk ditindaklanjuti adalah soal keinginan warga Desa Waung, Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Mereka meminta agar Jenderal Istu Hari Subagio membantu terwujudnya Desa Wisata. Kemudian ketersediaan pupuk untuk pertanian sehari-hari serta perhatian terhadap generasi muda berprestasi di desa tersebut. “Semua aspirasi tersebut segera kita tindaklanjuti ke pemerintah, Baik itu pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi bila perlu ke pemerintah pusat, supaya kebutuhan warga dalam rangka pemulihan ekonomi dapat terwujud,” sebut Istu Hari Subagio usai reses di Desa Waung Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, Selasa (31/5/2021).

Dalam kesempatan reses kali ini, Mayjend TNI Purn Dr Istu Hari Subagio juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Prov Jatim dan praktisi hukum sosialisasi wawasan kebangsaan terkait UU No 6 Tahun 2014 tentang pemerintah Desa. Narsumber tersebut adalah Moch Wahyudi Kabid Bina Pemerintahan desa DPMD Jatim dan Firman Adi Suryo Bawono, SH, Mhum ketua Peradi Nganjuk. 

Dalam kesempatan itu, Istu Hari Subagio menyampaikan pemulihan perlu dilakukan secepatnya, karena perekonomian Jatim ikut terdampak covid-19 cukup lama. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang biasanya bisa melebihi Nasional akibat covid ikut terjun bebas. Bahkan pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi di Jatim minus 2,39%. Demikian juga dari tingkat ketimpangan wilayah serta penduduk miskin, angka pengangguran  bahkan indek pembangunan manusia (IPM) dari sudut pandang kesehatan pendidikan dan kesejahteraan juga ikut terdampak. Tahun 2020 Jumlah penduduk miskin di Jatim sebanyak 10% lalu naik di tahun 2021 menjadi 11 sekian persen dan sekarang berangsur turun.  “Alhamdulillah dengan gerak cepat pemerintah hal-hal tersebut bisa sedikit demi sedikit beranjak membaik kita berdoa semoga prov Jatim bisa kembali sejahtera,” terang politisi Partai Golkar ini. 

Menurutnya, kabupaten Nganjuk saat ini juga sedang gencar-gencarnya untuk membangkitkan perekonomian masyarakat pasca pandemi Covid-19. ”Semua sektor dimaksimalkan untuk membangkitkan perekonomian,” jelas Istu yang pernah bertugas sebagai Pangdam I/Bukit Barisan dan Gubernur Akademi Militer RI.

Dari pertemuan reses di sejumlah titik Dapil XI tersebut, respon dari masyarakat sangat baik. Banyak aspirasi yang disampaikan mulai infrastruktur desa berupa akses jalan menuju pertanian maupun perbaikan irigasi utk menanggulangi Banjir tahunan yang selalu menjadi hambatan petani bahkan gagal panen. Kondisi jalan yang layak untuk akses pemukiman ke persawahan akan mengurangi biaya transportasi masa panen sehingga diharapkan bisa memulihkan perekonomian daerah. “Salah satu cara agar pundi-pundi ekonomi daerah bisa pulih lagi usai pandemi Covid-19, yaitu menggencarkan  dan menggali potensi masyarakat desa baik melalui Pemberdayaan UMKM, BUMDES maupun koperasi desa.  Serta kondisi infra struktur jalannya harus bagus dan layak, agar memudahkan transportasi dan tentunya ekonomi segera pulih kembali,” pungkas Istu Hari Subagio. rko