Khofifah Trending Topic di Twitter

Warganet Anggap Buzzernya Aktif Banget

Beberapa cuitan yang menuding Gubernur Jatim memakai jasa Buzzer. SP/tangkap layar twitter

 

 


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Kritikan netizen di media sosial mengarah ke Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Pasalnya, gubernur wanita pertama di Jawa Timur ini dianggap ‘panjat sosial (pansos)’ demi pencitraan lewat medsos, terutama Twitter. Bukan tanpa alasan, tudingan itu terjadi karena Khofifah beberapa kali, tiba-tiba, menjadi trending topic di Twitter tanpa ada alasan jelas. Warganet menuduh mantan Menteri Sosial ini memakai jasa Buzzer.  

Alhasil tagar ‘Gubernur Jawa Timur’,  terdongkrak merajai Twitter sepanjang hari Senin (9/2/2021). Kejanggalan ditemukan para netizen karena nama ‘Gubernur Jawa Timur’ ini, tersebar secara random. Tak ada tema yang jelas, kenapa tiba-tiba nama itu jadi trending. Juga, tak ada peristiwa yang signifikan yang bisa mengangkat nama ‘Gubernur Jawa Timur’. Bahkan tagar ini sempat mengalahkan tagar terkait meninggalnya Ustaz Maaher.

Dugaan ini bermula saat akun Twitter @begituajadeh merasa janggal dan memeriksa apa saja tweet yang membuat tren tersebut naik. Hasilnya, dari sejumlah akun berbeda ditemukan isi konten yang sama persis, yakni soal distribusi vaksin Sinovac di Jatim.

Cuitan miring pun tak bisa terelakkan.

“Gila buzzernya ‘Gubernur Jawa Timur’, sangat aktif,”cuit akun @habisinajaudah.

“Pagi-pagi, ada yang ngebet pengen namanya naik, masuk trending deh Gubernur Jawa Timur’. Tapi keangkatnya pake bot random ya kan bu @KhofifahIP,” tulis akun @LeonardoDamar.

“Tak ada yang istimewa dari diri si Gubernur Jawa Timur, ini cuma tugas Buzzer buat panjat sosial,”cuit akun @SwEP.

“Kirain trending Bu Khofifah Indar Parawansa ttg berita apa eh…ternyata…look…,” kata @begituajadeh.

 

Sejak Risma jadi Mensos

Tak sedikit pula netizen yang menyayangkan sekaligus menanyakan adanya tim yang diduga buzzer Khofifah tersebut. Akun Muhammad Bagus S bahkan mention akun official Khofifah. “Buat apa tho bu @KhofifahIP,” tanyanya.

Dikonfirmasi soal tudingan penggunaan buzzer ini, Kepala Seksi Layanan Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur , Putut Darmawan SE, saat ditemui Surabayapagi, Selasa (9/2/201) enggan berkomentar. Hanya saja ia mengatakan, isu jika Khofifah memakai buzzer makin mencuat semenjak Tri Rismaharini menjabat Menteri Sosial. “Ini makin sering terdengar semenjak Bu Risma jadi mensos,”ucap Putut.

 

Bantah Pakai Buzzer

Sementara, Kepala Diskominfo Jatim, Benny Sampirwanto menegaskan, Pemprov Jatim tidak menggunakan buzzer untuk menaikkan citra Gubernur maupun citra Pemprov Jatim.

“Kita tidak memakai buzzer, tapi lebih menekankan pada manajemen media yang cerdas,” ungkapnya di ruang kerja kantor Dinas Kominfo Jatim, Rabu (20/01/2021) lalu.

Media sosial kata Benny diperuntukkan Gubernur Khofifah sebagai media berkomunikasi langsung dengan masyarakat dan dimanfaatkan sebagai sarana yang bagus oleh masyarakat untuk berkomunikasi dengan Gubernurnya.

Bila terdapat postingan komentar yang sama dari beberapa netizen pada upaya Gubernur Khofifah dalam memimpin Jatim tetapi sebaiknya dipandang dari sisi positif tak langsung mengatakan itu adalah buzzer.

“Saya melihatnya ada sekelompok orang yang ikut membantu menyebarkan informasi dari Bu Gubernur saja, dengan copy and paste daripada repot – repot nulis. Apabila dilihat dari sudut pandang negatif, ya mungkin ada yang punya agenda. Apa itu? Kami tidak tahu,” ungkap Benny.

Cara pandang positif sangat bermanfaat bagi pribadi manusia selain itu dalam ajaran religius juga diajarkan,,”Agama mengajarkan agar kita selalu berpikiran positif, sehingga melihat dunia menjadi indah,” urai mantan Karo Humas dan Protokol Pemprov Jatim ini. mbi/cr2/ril