'Waspadai Buzzer Liar dan Bodong ...'

Maulina Pia Wulandari, Ph.D  Dr. H. Dhimam Abror Djuraid

 

ANALISA PENGAMAT KOMUNIKASI --

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Melejitnya nama “Gubernur Khofifah” menjadi trending topic dalam algoritma Twitter secara nasional, sejak Minggu (4/4/2021) menjadi perhatian beberapa pengamat media dan komunikasi di Jawa Timur.

Diantaranya adalah Maulina Pia Wulandari, Ph.D selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya dan Pengamat media dan Doktor Ilmu Komunikasi Dr. H. Dhimam Abror Djuraid, yang dihubungi secara terpisah oleh Surabaya Pagi, Senin (5/4/2021).

Menurut Maulina Pia Wulandari, Ph.D, fenomena yang terjadi di twitter yang mencatut nama Gubernur Khofiffah bisa saja menjadi kerja para buzzer. Namun buzzer yang dimaksudkan oleh wanita sapan Pia ini adalah buzzer liar. "Bisa jadi ini buzzer liar mas yang pengen pansos ke bu Khofifah. Lihat saja followernya di bawah 100, gak punya massa itu," kata Pia kepada Surabaya Pagi, Senin (05

Pada prinsipnya kata Pia, buzzer itu dalam konsep digital marketing atau digital public relations adalah salah satu alat atau medium atau tools of communication yang digunakan untuk menyebarluaskan dan mempromosikan pesan kunci yang telah dibuat oleh seseorang atau organisasi.

"Tujuannya supaya perilaku buzzer ini bisa terkontrol, pesan yg disampaikan sesuai perencanaan strategi komunikasi politik yang telah dirancang, dan menghindari buzzer liar yang tidak jelas keberadaannya yang bikin gaduh dan bisa merusak reputasi komunikator politik," katanya.

Saat ditanyai tujuan dari para buzzer liar melakukan hal tersebut, ia menjelaskan ingin mencari perhatian dari tim Khofifah seperti yang terjadi pada Pilres 2019 lalu. "Kan banyak yang ngaku-ngaku buzzernya pak jokowi dan pak prabowo saat kampanye lalu. Tapi kemudian kan benar-benar diorganise sama kedua kubu setelah pak jokowi terpilih dan pak prabowo jadi menteri," ucapnya. "Analisa saya, cuma mau pansos, bikin sensasi biar diperhatiin. Account-accountnya baru, bisa jadi mastermindnya ya 1 orang atau 1 company saja," lanjut Pia.

Kendati begitu, strategi mencari perhatian dengan cara menggunakan buzzer liar tak akan mempengaruhi pamor Khofiffah apalagi untuk tujuan Pilpres 2024. "Status bu khofifah sekarang gak bisa lepas sebagai kepala pemerintahan provinsi. Jadi segala strategi komunikasi politik beliau melekat juga menjadi strategi komunikasi politik pemerintah prov Jatim. Saya yakin tim strategi komunikasi politik bu Khofifah benar-benar memperhitungkan aspek kehati-hatian, apalagi melakukan hal-hal "murahan" seperti bikin buzzer liar sekarang udh mulai ditinggalkan," pungkasnya

 

Umumkan Buzzer Resmi Pemprov

Agar tidak menimbulkan kecurigaan ditengah masyarakat, ia menghimbau agar Pemprov Jatim dengan berani mengumumkan buzzer resmi yang selama ini dipakai. "Pemerintah Provinsi bukan hanya membantah mas, kalau perlu menyampaikan buzzer-buzzer resmi yang ditunjuk oleh pemrov untuk membantu menyampaikan pesan-pesannya kepada masyarakat," pesan Pia.

Selain itu dalam konteks komunikasi politik, buzzer menjadi kepanjangan tangan komunikator politik (politikus atau penguasa atau pemerintah) dalam menyebarluaskan pesan politik kepada konstituentnya. "Sehingga bisa menghilangkan kesan bahwa buzzer itu bisanya bikin ribut. Padahal secara konsep dan teoritis peran buzzer di era digital sangat membantu komunikator politik untuk menyampaikan pesan kepada konstituen asalkan dimanage dengan baik sesuai target audience yang dituju," pungkasnya.

 

Fokus Masalah Jatim

Sementara itu, Pengamat media dan pakar komunikasi Dhimam Abeor lebih menekankan pada peran Khofiffah dalam mengatur dan mengatasi masalah internal di wilayah Jatim.

"Kalau memang benar itu sengaja dimainkan oleh bu Khofiffah, saya hanya tegaskan agar beliau fokus saja urusi masalah yang ada di Jawa Timur, mulai dar birokrasinya hingga pada kesejahtraan masyarakat," kata Dhimam Abror.

Soal tredingnya nama khofiffah, Dhimam menjelaskan ada yang disebut dengan akun bodong. Akun bodong biasanya dioperasikan oleh "bot" atau mesin. Atau dengan kata lain, akun-akun tersebut adalah palsu, tidak riil manusia.  "Bot ini beroperasi sangat canggih dan bisa lebih cepat puluhan atau ratusan kali dari manusia dalam menyebarkan informasi, dan bot bekerja seolah-seolah seperti manusia, siang dia bekerja, malam berhenti," jelas pria yang pernah menjadi Ketua PWI Jatim ini.

Berikutnya adalah "Troll". Troll sendiri adalah operator yang sengaja mengirim pesan informasi untuk membangkitkan emosi netizen, bisa negatif atau positif. "Troll dimaksudkan utk menggiring netizen supaya menyukai seseorang. Nah saya gak tahu bu Khofiffah ini yang mana, nanti bisa dicek lagi," katanya

Saat ditanyai apakah ada hubungan antara naiknya nama bu Khofiffah di twitter dengan tujuan agar masuk dalam bursa pilpres 2024, Dhimam justru menjawab dengan memberikan data survey pilpres 2024.

Berdasarkan survey dar lembaga survei LSI Denny JA pada Juli 2019 lalu, nama Khfiffah sempat masuk dalam 15 tokoh potensial sebagai kandidat presiden 2024. "Kan itu bisa kita lihat mas, dari survey nama pertama siapa, kedua siapa. Kalau ada ini (tranding) kan bisa saja berubah posisinya," pungkasnya. sem/cr2/rmc