WBP dan Petugas Lapas Mojokerto Dites Urine

Petugas lapas Klas IIB Mojokerto mengantre tes urine.

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Sebanyak 85 pejabat struktural dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto menjalani tes urine, Selasa (21/9). Tes urine yang digelar Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Lapas Klas IIB Mojokerto ini juga menyasar warga binaan.

Tes urine yang digelar Satuan Operasional Kepatuhan Internal (SATOPS PATNAL) Lapas Kelas IIB Mojokerto bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mojokerto tersebut dilakukan secara tertutup dan rahasia.

Petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebelumnya tidak mengetahui rencana kegiatan tes urin tersebut.

Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi menyatakan, pihaknya akan selalu berupayakan bersinergi dengan stakeholder terkait, terutama dengan BNNK Mojokerto untuk menciptakan War On Drugs (perang melawan narkoba).

Komitmen itu, menurut Desy, dimulai dari petugasnya dan tentunya untuk warga binaan.

Selain itu, pihaknya juga ingin menjaga lapas dengan menerapkan Zero Halinar (handphone, pungli, dan narkoba).

“Kegiatan ini hasil dari sinergitas yang baik dengan BNNK Mojokerto. Tentunya akan kami laksanakan terus kedepannya untuk terus menjaga lapas Mojokerto Zero Halinar,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaanya diikuti sebanyak 85 petugas lapas, 20 WBP, dan 9 personil BNNK Mojokerto.

“Hasilnya semuanya negatif,” Dedy.

Sementara, Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi menyampaikan, pihaknya ingin membuktikan bahwa memang dilapas bersih dari penyalahgunaan narkotika dan obat- obatan terlarang.

“Di lapas Mojokerto ini harus war on drugs, baik terhadap personilnya maupun warga binaannya”, tukasnya.

Sejauh ini, lanjut Suhasih, ia melihat performa dari kantor maupun personil lapas kelas IIB sangat baik.

“Saya juga sangat bangga Lapas Mojokerto ini semakin bagus dari sisi peforma kantor maupun personilnya, kerjasama nya juga sangat baik dengan kami, pak kalapas ini sangat baik,” pungkasnya.