Wisatawan di Banyuwangi jadi Sasaran Vaksinasi

Vaksinasi di Pantai Asmara, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Vaksinasi covid-19 terus dilakukan untuk segera menuntaskan pandemi covid-19. Tak hanya masyatakat biasa, sejumlah wisatawan yang berkunjung di Banyuwangi yang belum divaksin tak luput menjadi sasaran vaksinasi covid-19.

Wakil Ketua Satgas COVID-19 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto mengatakan untuk menciptakan kekebalan bersama (herd immunity), maka 70 persen dari total penduduk di Banyuwangi harus mendapatkan vaksinasi.

Yuli memerintahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama dengan Dinas Kesehatan Banyuwangi melakukan vaksinasi kepada wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

"Tentu kolaborasi ini dilakukan untuk upaya penanganan COVID-19 di Banyuwangi. Dua Dinas bersama dengan Satgas COVID-19 Banyuwangi melakukan vaksinasi di tempat wisata," ujarnya, Jumat (24/9/2021).

Yuli mencontohkan pelaksanaan vaksinasi di Pantai Asmara, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Kegiatan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh peserta diberikan tempat antrean yang berjarak dan tertib bermasker. Karena lokasinya di luar ruangan, baik wisatawan maupun vaksinator bisa memiliki kenyamanan tersendiri.

"Terus kita lakukan dengan gencar. Namun juga ada syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai jadwal vaksin dan keterbatasan stok vaksinasi," pungkasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M.Y Bramuda mengatakan dalam pelaksanaan vaksinasi di wisata ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Dalam hal ini adalah Puskesmas di lokasi sekitar wisata. Selain itu, kegiatan juga menggandeng kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di masing-masing destinasi wisata.

"Saat ini Pemkab bersama teman-teman pengelola wisata berkomitmen agar Banyuwangi segera mencapai herd immunity. Maka, vaksinasi di destinasi wisata juga masif dilakukan. Karena sejatinya tempat wisata adalah tempat yang cocok bagi masyarakat yang belum divaksin. Sejuk, di ruang bebas dan langsung menghirup udara segar. Setelah selesai vaksin, sudah bisa langsung berwisata," kata Bramuda.

Soal strategi membangkitkan ekonomi wisata, menurut Bramuda konsep yang diusung Dinas Pariwisata Banyuwangi saat ini bukanlah full tourism. Dirinya mewajibkan seluruh destinasi wisata untuk mengedepankan kualitas dibandingkan kapasitas.

"Tidak lagi full tourism, tetapi konsepnya kualitas tourism bukannya kuantitas. Jadi tidak bisa menarik wisatawan sebanyak-banyaknya," kata Bramuda.

Untuk mencapai kuantitas tourism ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menekankan agar pengelola wisata memberlakukan penerapan protokol 5M yang super ketat. Selain itu, pengelola wisata wajib mengkampanyekan agar masyarakat mau melakukan vaksinasi sampai tuntas serta mentaati aturan-aturan penanggulangan wabah COVID-19.