YLPK Jatim Dorong PDAM Surya Sembada Produksi Air Layak Minum

Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya Arief Wisnu Cahyono.SP/SAMMY MANTOLAS

SURABAYAPAGI, Surabaya - Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jawa Timur Muhammad Said Sutomo meminta direksi PDAM Surya Sembada yang baru melakukan sejumlah gebrakan inovatif bagi warga Surabaya.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan daerah (perda) nomor 13 tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2009 tentang Perusahaan Daerah Air Minum, PDAM memiliki dua fungsi utama.

Pertama berkaitan dengan fungsi sosial dan berikutnya adalah bisnis. PDAM Sembada kata dia, harus berupaya mengintegrasikan kedua fungsi ini dalam bentuk program nyata.

"PDAM harus pinter-pinter bermain di dua fungsi ini. Bagi saya kalau PDAM berhasil membuat terobosan katakanlah membuat air layak minum atau air kemasan bagi masyarakat. Saya kira ini peluang yang baik. Di satu sisi melayani masyarakat, di sisi lain juga menjalankan fungsi bisnis," kata Muhammad Said Utomo kepada Surabaya Pagi, Senin (28/11/2021).

Secara statistik lanjut Said, setiap keluarga kecil di Surabaya menghabiskan kurang lebih Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan untuk air minum. Bila PDAM Sembada berani bertaruh pada penyediaan air layak minum maka secara bisnis, peluang keuntungan dan keberhasilan akan sangat mungkin didapatkan.

Inovasi dalam penyediaan air minum baginya adalah peluang yang sangat baik. Mengingat, setiap orang dalam hidupnya selalu membutuhkan air. Tak ada kehidupan tanpa air. 

"Untuk  air minum, kalau PDAM bisa kuasai 20% saja sudah luar biasa. Air minum ini langsung dari PDAM. Ingat, kekuatan konsumen adalah kekuatan ekonomi," katanya.

Terkait inovasi penyediaan air layak minum bagi masyarakat, juga ditanggapi oleh Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya Arief Wisnu Cahyono. 

Menurutnya, saran dari YLPK Jatim akan dijadikan sebagai pertimbangan perusahaan daerah plat merah ini. Hingga saat ini, pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan layanan fungsi sosial bagi masyarakat, khususnya berkaitan dengan ketersediaan air bersih hingga ke ujung Surabaya.

Ia pun menargetkan, pada Agustus 2023 seluruh warga Kota Surabaya akan teraliri air. 

"Paling tidak air yang mengalir di rumah warga itu setinggi dua meter dalam waktu 24 jam. Itu yang paling utama karena itu menjadi amal jariyah bagi direksi dan Pemkot Surabaya," kata Arif.

 Kendati begitu, ia mengakui selama ini masyarakat atau pelanggan PDAM belum mendapatkan air minum yang layak. Sehingga banyak masyarakat yang akhirnya berlangganan lagi air minum kemasan.

Oleh karenanya, ia berjanji akan segera memperbaiki kualitas layanan air di PDAM sesegera mungkin. Terkait tekanan air yang kurang dan bahkan tak sampai ke masyarakat, ia mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari alternatif terbaik.

"Memang kita menyadari kalau tekanan air semakin jauh dari ipam akan semakin melemah. Tapi kita sudah melakukan sampling minimum 100 titik per bulan untuk cek kualitas air. Maksimal 12 ribu liter/ seken. Agar pipa terisi oleh air," pungkasnya.sem