Yonif Rider 503 Latihan Bersama Angkatan Darat Malaysia

Latber yang dibuka secara resmi oleh Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad Mayor Jendral TNI Andi Muhammad ini bertempat dilapangan Batalyon Para Raider 328 Kostrad, Cilodong, Jawa Barat. SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Batalyon Infanteri Para Raider 503/Mayangkara ikuti latihan bersama (latber) dengan Angkatan Darat Malaysia. Latber yang dibuka secara resmi oleh Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad Mayor Jendral TNI Andi Muhammad ini bertempat dilapangan Batalyon Para Raider 328 Kostrad, Cilodong, Jawa Barat.

Secara resmi membuka latihan Bersama antara TNI Angkatan Darat yang diwakili Batalyon Infanteri Para Raider 503/Mayangkara dan Angkatan Darat Malaysia yang Diwakili Batalion Ke-8 Rejimen Renjer Diraja bertempat dilapangan Batalyon Para Raider 328 Kostrad, Cilodong, Jawa Barat.

Latihan bertajuk Latma Linud Malindo ini melibatkan Batalion Ke-8 Rejimen Renjer Diraja (AD Malaysia) dan Batalyon Para Raider 503/Mayangkara, Brigif 18, Divif 2 Kostrad.

Latihan disebar di dua tempat berbeda, markas Para Raider 328/DGH Cilodong, dan untuk penerjunan dilaksanakan di Lapangan Bandar Udara Suparlan Pusdiklatpassus Batujajar, yang kurang lebih dilaksanakan dalam kurun waktu 8 hari. Dalam sambutannya Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad menyampaikan, bahwa pelaksanaan latihan bersama ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ilmu kemiliteran khususnya kemampuan Operasi Lintas Udara kedua Negara.

"Latihan ini juga untuk membangun hubungan yang lebih baik, yang dilandasi oleh rasa saling percaya dan saling menghormati sesama prajurit Angkatan Darat Indonesia dan Malaysia," tegasnya.

Sekedar informasi, Latma Linud Malindo pada tahun 2021 ini, kedua negara sudah banyak belajar berbagi pengalaman dan mengaplikasikan taktik serta teknik latihan bertempur serta khususnya kemampuan Operasi Lintas Udara sesuai pengalaman prajurit masing-masing.

Melalui pelaksanaan Latma Linud malindo ini, memungkinkan untuk kedua negara dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya bagi pengembangan satuan, baik dibidang taktik dan teknik militer. Dwi