SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Kepala sekolah SMPN 3 Sapeken Kab Sumenep, H. Ibnu Ma'ruf Spd MSi, mengaku, dirinya sejak Pandemi Covid 19 di Kabupaten Sumenep, melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) melalui proses pembelajaran jarak jauh sesuai dengan apa yang disarankan oleh kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, “Pembelajaran jarak jauh itu melalui sistem daring bisa pakai classroom, bisa pakai google zom, dan web sekolah, selain itu juga sekolah melaksanakan kegiatan dengan sistem luar jaringan (luring) dengan memanfaatkan titik -titik kunjung siswa,” katanya kepada wartawan Surabaya Pagi Rabu (12/8).
Baca juga: Di Tengah Viralnya Antrean BBM, Pemkab Jember Kaji Kemungkinan Pembelajaran Daring
Selain itu, pelayanan pihak sekolah akan selalu memberikan pelayanan maksimal bagi siswa-siswi pelajar. Apalagi keberadaan di pulau dan di daratan sangat jauh berbeda, karena adanya keterbatasan, artinya tidak semua memiliki Hp Android, kalau pun ada keterbatasan sinyal, makanya langkah yang dilakukan oleh tenaga pengajar saat ini menggunakan layanan berkunjung kepada titik lokasi siswa dengan menggunakan sistem luar jaringan (luring). Tujuan ini dilakukan agar lebih mengefektifkan pembelajaran, walaupun kami sadari pembelajaran tatap muka itu lebih efektif daripada pembelajaran jarak jauh,” urainya.
Baca juga: Pemkab Sumenep Siapkan Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar
Dikatakan Ibnu, “Upaya dalam Mempertimbangkan keselamatan siswa terpelajar maka kami melaksanakan kegiatan belajar jarak jauh, hal ini dilakukan berdasarkan surat edaran dari diknas pendidikan, bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) New Normal itu sampai tanggal 14 September 2020, akan tetapi kebijakan yang dibuat itu bisa berubah karena kondisi covid 19, kalau saya memperkirakan bisa sampai akhir semester ganjil di bulan Desember” pungkasnya. AR
Baca juga: Sapa Bansos Jatim Hadir di Slopeng, Khofifah dan Wabup Sumenep Pastikan Layanan Menyentuh Warga
Editor : Moch Ilham