SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk tahun ini merencanakan pembangun rumah produksi pangan. bertujuan untuk mengantisipasi adanya impor beras dari luar daerah. Kata Bupati Sumenep Ach. Fauzi SH, MH, kepada Surabaya Pagi (20/04)
Baca juga: Pemkab Sumenep Siapkan Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar
Menurutnya, pembangunan rumah produksi pangan itu direncanakan akan dibangun di Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, karena di Kangean itu sangat cocok untuk mengolah pertanian khususnya tanaman padi.
“Kenapa harus di Kangean, sambung Bupati Sumenep yang baru menjabat itu, dikarenakan Pemilik lahan lokasi sumber produksi di Kecamatan Arjasa dinilai lebih bagus, hal ini tercatat sekitar 60 ribu ton per tahun pada tahun penghasil beras sejak tahun 2020,” tegasnya.
Selain itu, kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi, hal pertanian tersebut merupakan salah satu bentuk upaya Pemkab Sumenep untuk meningkatkan ketahanan pangan di Bumi Sumekar khususnya kabupaten Sumenep, ujarnya
Baca juga: Sapa Bansos Jatim Hadir di Slopeng, Khofifah dan Wabup Sumenep Pastikan Layanan Menyentuh Warga
Jadi, tegas Bupati, Pemkab Sumenep saat ini fokus pada sektor ketahanan pangan, sebab sektor pertanian adalah salah satu sarana pemulihan ekonomi paling mendasar. Pemerintah memiliki peran penting khususnya dinas pertanian untuk memaksimalkan sektor pertanian. Agar pertanian ini mampu mendorong perekonomian kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,” jelasnya
Tidak hanya itu, tetapi sesuai skema, sambungnya, Pemkab Sumenep juga akan merencanakan lumbung padi di Pulau Kangean dari hulu ke hilir dan nantinya akan memperlebar kedaratan ditempat-tempat produktif untuk bercocok tanam padi.
Maka pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pertanian dengan cara membangun usaha bagi petani memenuhi sarana prasarana yang diperlukan mungkin, mulai dari proses penggilingan hingga pengemasan.
Baca juga: Bupati Sumenep : Kepastian Hukum Penyusunan RDTR Dukung Pembangunan Daerah
"Nantinya beras yang ada disana bisa digunakan untuk pengadaan BPNT dan konsumsi masyarakat. Tidak perlu datangkan beras dari luar Kabupaten Sumenep " pungkasnya. AR
Editor : Moch Ilham