SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Terkait bantuan hand traktor yang diduga jadi bancaan oknum di desa Ambunten Kab. Sumenep, semakin menemui titik terang.
Pelaku atau oknum yang diduga bermain di balik bantuan hand traktor, mendatangi kediaman ketua LSM Super di Pamolokan Sumenep.
Baca juga: Pemkab Sumenep Siapkan Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar
Kedatangan mereka, karena desakan LSM untuk mengembalikan bantuan dan memberikannya kepada kelompok yang bersangkutan.
Di hadapan LSM dan awak media, pelaku atau oknum tersebut berjanji akan memenuhi keinginan kelompok tani, sesuai dengan petunjuk dan temuan lembaga swadaya masyarakat.
"Jadi, kita hanya melakukan klarifikasi kebenaran faktanya, terkait penyaluran bantuan alsintan tersebut kepada kelompok," ujar Zaini.
Ia pun menyambut niat baik oknum tersebut, pertanda bahwa persoalan itu akan diselesaikan, sesuai dengan permintaan kelompok.
Bahkan, kata Zaini, di hadapan media, oknum yang diduga menjadi pelaku bancaan, mengaku akan melakukan pengkajian kembali sesuai dengan prosedur dan temuan lembaga.
Baca juga: Sapa Bansos Jatim Hadir di Slopeng, Khofifah dan Wabup Sumenep Pastikan Layanan Menyentuh Warga
Bahkan, oknum itu mengatakan akan bertanggung jawab untuk mengembalikan nama baik pimpinannya yang telah dicederai.
"Saya sangat menghargai keputusan oknum itu, dengan mendatangi saya, dan berjanji akan menyelesaikan persoalannya dengan KWT adalah keputusan yang benar," ungkapnya.
Jadi, kata dia, pihaknya tidak memiliki kepentingan apa-apa selain hanya membantu kelompok untuk mendapatkan haknya sebagai penerima manfaat dari apa yang seharusnya diterima. Ungkapnya
Zaini mengatakan, semua yang terlibat dalam permainan, penyalahgunaan bantuan terhadap kelompok, harus di soal dan diluruskan, agar supaya bantuan tepat guna dan tepat sasaran.
Baca juga: Bupati Sumenep : Kepastian Hukum Penyusunan RDTR Dukung Pembangunan Daerah
Oleh karena sambungnya, Zaini, meminta persoalan yang sudah menjadi atensi publik itu segera dituntaskan, sebab, kata dia, apapun bentuk penyelewengan itu hanya akan melahirkan aib. Tegasnya
Ia juga menjelaskan, jangan pernah bermain-main dengan kelompok, karena itu dikelola secara bersama, berbeda dengan CV kepemilikannya sendiri dan mandiri.
Makanya, kata dia, pihaknya minta persoalan itu diselesaikan di bawah, dari akar permasalahannya, jika tidak diselesaikan hanya akan melebar dan tak kunjung selesai. Pungkasnya. AR
Editor : Moch Ilham