SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Musim hujan dan banjir yang menerjang wilayah Pasuruan, Jawa Timur membuat sejumlah puluhan hektar tambak udang vaname dan bandeng di Desa Jarangan, Rejoso akhirnya jebol.
Akibatnya, para petambak di Pasuruan terpaksa panen dini, karena banyak tanggul yang jebol. Sebagian petambak harus merelakan ikan maupun vaname hanyut. Namun banyak juga yang berusaha membendung tanggul agar bisa dipanen.
Baca juga: Dinilai Hambat Normalisasi Sungai, Pemkab Sidoarjo Tertibkan Jembatan Liar
"Tanggul jebol akibat banjir. Banyak yang hilang udangnya. Kalau saya cepat saya panen," jelas Teguh Widodo, salah satu petambak, Senin (09/12/2024).
Diketahui, tambak vaname dan bandeng yang terdampak banjir di Pasuruan kurang lebih seluas 80 hektar yang tersebar di Dusun Bandaran dan Padean. Sedangkan masa tabur benih hingga panen vaname seharusnya selama 60 hari. Karena kondisi darurat ia memanen di saat baru 47 hari.
Baca juga: Tangani Banjir, Pemkot Malang Intensif Tangani Masalah Tumpukan Sampah
Lebih lanjut, Widodo mengungkap, untuk kerugian yang dialami para petambak bisa mencapai miliaran rupiah sebab kerugian satu petani tambak saja bisa mencapai ratusan juta.
"Saya ada dua petak. Saat normal, satu petak hasil panen sekitar Rp 200 juta. Kalau panen dini dua petak cuma dapat Rp 35 juta," ungkapnya.
Baca juga: Atasi Permasalahan Banjir, Pemkab Kediri Bakal Perbaiki Jembatan Cerme
Sebagai informasi, salah satu tambak bandeng yang jebol berada di 4 titik. Sehingga banyak ikan hilang terbawa arus. Pata petambak pun berharap pemerintah memberikan perhatian serta melakukan normalisasi saluran irigasi, untuk tambak bandeng, nila, dan vaname. ps-01/dsy
Editor : Desy Ayu