Ratusan Warga di Pamekasan Positif Tuberkulosis, 29 Orang Meninggal

surabayapagi.com
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifudin. SP/ PMK

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Sebanyak 870 warga di kabupaten Pamekasan, Jawa Timur dinyatakan positif terserang penyakit tuberkulosis (TB) yang yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis.

"Sebanyak 29 orang di antaranya meninggal dunia akibat jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis ini," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifudin, Kamis (28/08/2025).

Baca juga: Kejar Penilaian Swasti Saba 2027, Pemkab Ponorogo Benahi Indikator Kesehatan

Kepala Dinkes Saifudin menjelaskan, dari 29 orang yang meninggal dunia akibat TB itu, sebanyak 24 orang berjenis kelamin laki-laki, sedangkan 5 orang lainnya perempuan.

Sehingga adanya temuan tersebut, Dinkes setempat melakukan rapat koordinasi bersama pimpinan puskesmas se-Kabupaten Pamekasan dalam rapat evaluasi semester I tahun 2025 ini, terkait jenis penyakit yang ditangani selama ini.

"Dari paparan itu, maka terungkap bahwa TB merupakan jenis penyakit yang banyak ditangani di puskesmas, bahkan banyak di antara para penderita tersebut yang meninggal dunia," katanya.

Baca juga: Komitmen Tangani TB, Pemkab Bangkalan Lakukan Kolaborasi Lintas Sektor Susun RAD-TB 2027

Diketahui, jumlah warga Pamekasan yang diduga terserang TB selama kurun waktu 1 Januari hingga 26 Agustus 2025 sebanyak 9.400 orang. Namun, dari jumlah tersebut yang dinyatakan positif terserang TB berdasarkan hasil uji laboratorium sebanyak 870 orang.

"Jadi, 8.530 sisanya ini masih dugaan, akan tetapi gejala yang dialami mereka persis seperti gejala yang dialami pasien yang telah positif TB," katanya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Fungsikan 2.036 Posyandu Jadi Pusat Pelayanan Terintegrasi

Terkait kasus ini, pihak Dinkes Pamekasan meminta kepada masyarakat untuk peduli terhadap kesehatan. Dan penting, apabila warga yang memiliki anak baru lahir hendaknya rutin mengikuti pemeriksaan di posyandu setempat.

"Bagi yang merasa mengalami batuk lebih dari dua minggu tidak kunjung sembuh, badan kurus dan batuk itu sudah bertanda dan segera periksa ke puskesmas ataupun ke rumah sakit terdekat. Karena, penyakit TB ini sangat berbahaya dan cepat menular serta bisa mengakibatkan kematian kalau tidak cepat ditangani," katanya. pm-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru