SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Sebagai upaya dalam mencegah penyebaran penyakit menular tersebut di wilayah setempat, khususnya Tuberkulosis (TB), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, melakukan kolaborasi lintas sektor dalam menyusun Rencana Aksi Daerah Tuberkulosis (RAD-TB) 2027. Pasalnya, jumlah penderita TB di Kabupaten Bangkalan hingga saat ini mencapai 1.028 orang.
"TB merupakan penyakit menular yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara serius. Upaya pengendalian tidak cukup hanya mengandalkan sektor kesehatan, akan tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, diantaranya keberhasilan pengendalian TB sangat dipengaruhi oleh kuatnya kolaborasi lintas sektor," ujar Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Ja'far, Selasa (06/10/2026).
Menurutnya, penyusunan RAD-TB menjadi langkah penting untuk menyatukan arah dan peran masing-masing perangkat daerah dalam upaya pencegahan serta penanggulangan TB di Kabupaten Bangkalan. Selain penguatan layanan kesehatan, pihaknya juga mendorong peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
"Dan RAD-TB ini jangan hanya menjadi dokumen, tetapi harus menjadi pedoman bersama untuk melakukan langkah-langkah konkret dalam pencegahan, penanganan, dan pengendalian TB,” ujar Wabup.
Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai gejala TB, pentingnya pemeriksaan, hingga kepatuhan dalam menjalani pengobatan merupakan bagian penting untuk memutus mata rantai penularan. Sehingga, dengan sinergi lintas sektor, penguatan pelayanan kesehatan, serta keterlibatan aktif masyarakat, upaya perlindungan masyarakat dari ancaman TB di Kabupaten Bangkalan diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Selain itu, penyusunan RAD-TB ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk membangun sistem penanggulangan TB yang lebih terarah, terpadu, dan berorientasi pada perlindungan kesehatan masyarakat. bg-01/dsy
Editor : Redaksi