Pameran Museum di Jantung Keraton Sumenep Jadi Magnet Wisata Budaya Madura

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep – Gemerlap budaya kembali memancar dari jantung Keraton Sumenep. Sabtu (11/10/2025) malam, halaman megah Labeng Mesem berubah menjadi panggung terbuka bagi sejarah, seni, dan ekonomi kreatif dalam Pameran Museum Sumenep 2025.

Acara yang dikemas meriah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) itu menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. 

Baca juga: Madura Night Vaganza 2026 Jadi Etalase Program dan Inovasi Pembangunan Sumenep

Bukan sekadar pameran benda bersejarah, kegiatan ini juga disatukan dengan pameran akik, bonsai, keris, dan produk UMKM lokal, menciptakan atmosfer festival budaya yang lengkap dan memikat. 

Kepala Disbudporapar Sumenep, Mohammad Iksan, mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa pameran tersebut bukan hanya ruang hiburan, tetapi simbol cinta budaya dan silaturahmi antarpecinta barang antik. 

“Pameran ini mempererat hubungan antarpecinta barang antik, sekaligus menegaskan bahwa Sumenep memiliki warisan budaya bernilai tinggi yang harus terus dijaga,” ujar Iksan. 

Iksan menegaskan, Sumenep pantas menyandang gelar Kota Keris, sebab memiliki jumlah empu terbanyak di Indonesia. Bahkan, UNESCO telah mengakui keris sebagai warisan budaya dunia, yang sebagian besar berasal dari tangan-tangan maestro Madura bagian timur ini. 

Baca juga: Bupati Sumenep Perhatikan Nasib Petani Tembakau, BPP 2026 Diminta Jadi Acuan Harga

“Julukan Kota Keris bukan sekadar slogan. Ini adalah kebanggaan dan pengakuan dunia terhadap Sumenep,” tegasnya. 

Selain keris, Sumenep juga dikenal dengan pengrajin batu akik dan bonsai. Dua komoditas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, sekaligus penggerak ekonomi lokal. 

“Melalui pameran seperti ini, para pengrajin akik dan bonsai bisa memasarkan hasil karyanya. Ekonomi rakyat bergerak, budaya pun tetap hidup,” imbuh Iksan. 

Baca juga: Kades Alas Malang Pelopori Pertanian Modern Bersama Mahasiswa KKN UNIB di Pulau Raas Sumenep

Di tengah semarak pameran, ratusan pelaku UMKM lokal turut menampilkan produk unggulan mereka—mulai dari batik, ukiran, kuliner tradisional hingga cinderamata khas Madura.

Menurut Iksan, Pemkab Sumenep berkomitmen menjadikan setiap event budaya sebagai etalase ekonomi kreatif rakyat. 

“Bupati Sumenep menegaskan, setiap kegiatan harus membuka ruang bagi UMKM. Mereka inilah tulang punggung ekonomi daerah,” pungkasnya. 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru