SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sepanjang Tahun 2026 ditambah di musim hujan, menjadi daftar panjang temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan mencatat sebanyak 96 kasus DBD sepanjang tahun ini. Diketahui, sebanyak puluhan kasus tersebut didominasi infeksi ringan.
"Dari total 96 kasus, sebanyak 48 orang mengalami infeksi virus dengue ringan, sementara 11 orang menunjukkan gejala klinis awal demam berdarah," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lamongan, dr. Yani Khoirurahmahwati, Rabu (08/04/2026).
Baca juga: Cegah Anemia, Dinkes Madiun Gencar Kampanye Konsumsi TTD Siswa Putri
Meski tidak ada laporan korban jiwa, masyarakat diminta tetap waspada dan meningkatkan kebersihan lingkungan. Diantaranya dengan langkah pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut. Salah satunya melalui penerapan gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang.
Baca juga: Pemkot Batu Gencarkan 41 Titik Screening TBC Massal Gratis, Target Eliminasi 2030
"Kami terus mengimbau masyarakat menerapkan 3M secara rutin, terutama membersihkan penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta tidak membiarkan barang bekas menumpuk," jelasnya.
Nyatanya dengan adanya langkah sederhana tersebut terbukti efektif memutus rantai perkembangbiakan nyamuk pembawa virus dengue. Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan membersihkan sarang jentik, menggunakan obat anti nyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Baca juga: Lewat Posyandu ILP, Pemkot Kediri Perkuat Pendampingan Kesehatan Lansia
Lebih lanjut, Dinkes Lamongan juga menggencarkan upaya pengendalian dengan melakukan fogging atau pengasapan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan permukiman padat dan saluran air. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti sekaligus menekan potensi lonjakan kasus DBD di Lamongan. lm-01/dsy
Editor : Redaksi