SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Di tengah musim kemarau ini, terdapat sejumlah kasus meninggal dunia akibat DBD karena telat mendapat layanan kesehatan, salah satunya yang melanda Kabupaten Tulungagung hingga ditemukan ratusan kasus wabah tersebut. Akibatnya, pasien yang terlambat mendapat penanganan medis kini dinyatakan meninggal dunia.
Diketahui, sejak bulan Januari 2027, kasus DBD di Tulungagung telah mencapai sebanyak 315 kasus. Yang mencengangkan, saat kemarau penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue itu tetap ada. Serta mencatat adanya dua kasus pasien yang meninggal dunia akibat DBD di bulan September kemarin.
“Sesuai data kami, pada tiga bulan terakhir kami masih mencatat adanya kasus DBD meski suday musim kemarau,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Aris Setiawan, Minggu (18/10/2026).
Diketahui, pasien positif DBD yang meninggal dunia itu karena tidak segera dibawa ke layanan kesehatan. Akibatnya, pasien terlambat mendapat penanganan medis. Sedangkan untuk dua korban meninggal dunia akibat DBD merupakan warga Kecamatan Boyolangu dan Gondang. Atas temuan ini, Dinkes Tulungagung mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap DBD.
“Pasien terlambat dibawa ke layanan kesehatan, jadi bukan penanganan medis yang terlambat,” ungkapnya.
Oleh karenanya, apabila masyarakat mengalami demam dan sudah diberi obat tetapi tidak kunjung membaik agar segera diperiksa di layanan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga diminta mengoptimalkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “Tingkatkan daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, konsumsi air putih, makan bergizi dan olahraga teratur. Segara ke layanan kesehatan jika mengalami demam lebih dari tiga hari,” jelasnya. tl-01/dsy
Editor : Redaksi