Diduga Kompor Menyala dan Ditinggal, 4 Warung di Jemur Andayani Ludes Terbakar

surabayapagi.com
Kebakaran deretan warung di Surabaya. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini kebakaran terjadi di Jalan Jemur Andayani I Surabaya, akibatnya sebanyak empat unit bangunan semi permanen yang terdiri dari warung pangsit mie, warung kopi, toko Madura, hingga warung nasi ludes terbakar, sekitar pukul 14.20 WIB kemarin.

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar pun melaporkan ke pemadam kebakaran setempat. Dan sebanyak lima unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut. "Lima unit, dari Rayon 3 ada dua unit, TIJ satu unit, satu dari Sukolilo, satu dari Kalirungkut," ujar Danton Rungkut DPKP Surabaya Wahyudi P, Senin (21/09/2026).

Baca juga: Jadi Sorotan! Kucing Berkostum Open Donasi di Jalan Tunjungan Terlihat Lemas

Petugas tiba di lokasi sekitar lima menit setelah menerima laporan. Proses pemadaman berlangsung sekitar 20 menit. Saat pemadaman, situasi di kawasan Jalan Jemur Andayani I hingga Jalan Frontage Ahmad Yani sempat padat. Ada empat stan terdampak kebakaran. Masing-masing memiliki luas sekitar 3x4 meter. Sementara area keseluruhan yang terbakar mencapai sekitar 4x20 meter. Tiga stan terpantau ludes terbakar.

Baca juga: Berakhir di Balik Jeruji — Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Usai Alami Serangan Jantung

Objek yang terbakar merupakan bangunan semi permanen yang digunakan sebagai tempat usaha. Saat petugas tiba, api sudah membesar dan membakar sekitar tiga stan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu kelalaian dari kompor di warung kopi. Kompor diduga masih dalam kondisi menyala ketika ditinggalkan. 

"Datang sudah tiga stan terbakar besar. Kompor menyala, mungkin ditinggal," jelasnya.

Baca juga: Benahi Profesi dari Dalam — Ketua Umum AAI Tjandra Sridjaya Dorong Advokat Perkuat Kompetensi dan Kebersamaan

Seorang warga lanjut usia di sekitar lokasi sempat mengalami luka lecet setelah tersandung. Namun korban telah mendapat penanganan. "Saat ini situasi sudah kondusif," pungkas Wahyudi. sb-03/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru