SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam mengantisipasi potensi di musim penghujan yang kerap melanda kedua wilayah rawan banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menormalisasi delapan sungai dan saluran di Kecamatan Candi dan Tanggulangin, dengan mengeruk sejumlah saluran, termasuk Saluran Sekunder Kedunguling sepanjang 1,5 kilometer di Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi.
"Sejumlah sungai di dua kecamatan tersebut terjadi pendangkalan dan hari ini kami keruk serta normalisasi,” kata Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Selasa (22/09/2026).
Baca juga: Kembalikan Fungsi Jalan, Pemkab Sidoarjo Tertibkan 67 Bangunan Liar di ‘Frontage’ Waru-Buduran
Satuan Tugas (Satgas) Alat Berat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo melakukan normalisasi sungai menjelang musim hujan, terutama pada titik yang mengalami pendangkalan dan selama ini rawan terdampak banjir. Dimana, pendangkalan dapat mengurangi kapasitas sungai dalam menampung debit air sehingga meningkatkan risiko luapan ketika curah hujan tinggi.
Baca juga: Fokus Atasi Banjir Kecamatan Tulangan, Pemkab Sidoarjo Percepat Infrastruktur
Ia mengatakan pemantauan terhadap kondisi sungai akan terus dilakukan melalui inspeksi langsung untuk memastikan pekerjaan normalisasi berjalan baik sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUBMSDA Sidoarjo Suprayitno mengatakan dua unit ekskavator dikerahkan untuk menormalisasi Saluran Sekunder Kedunguling.
Baca juga: Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemkab Bangkalan Gerak Cepat Normalisasi Aliran Sungai
“Normalisasi di Kecamatan Candi dilakukan di Saluran Afvour Kedunguling Desa Kedungpeluk, Afvour Link II Desa Kedungkendo, Afvour Link III Desa Klurak, sedangkan di Tanggulangin meliputi Gedangrowo, Sekunder Gedangrowo dan Afvoer Ketapang,” kata Suprayitno. sd-01/dsy
Editor : Redaksi