Gegara Pembakaran Serasah, 1 Hektare Vegetasi Hutan Pinus Oro-oro Ombo Hangus Terbakar

surabayapagi.com
Petugas BPBD Kota Batu bersama tim gabungan saat berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Oro-oro Ombo. SP/BTU

SURABAYAPAGI.com, Batu - Di musim puncak kemarau panjang ini banyak memicu kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, salah satunya di Kawasan hutan pinus di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, yang diduga berawal dari sisa pembakaran serasah.

Kebakaran tersebut terjadi pada Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 10.30 WIB, yang menghanguskan vegetasi seluas kurang lebih satu hektare di Petak 228A RPH Oro-oro Ombo BKPH Pujon ini diduga kuat berawal dari sisa pembakaran serasah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

Baca juga: Karhutla Telah Padam, Taman Wisata Kawah Ijen Masih Ditutup Sementara

“Kebakaran diduga berawal dari sisa pembakaran serasah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Bara api kemudian merambat hingga mencapai kawasan hutan produksi dan membakar vegetasi di sekitarnya,” papar Suwoko, Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Selasa (22/09/2026).

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Ditutup Sementara Demi Keselamatan

Sementara itu, petugas yang menerima laporan langsung melakukan penanganan di lokasi. Upaya pemadaman dilakukan secara manual, disertai pembuatan sekat bakar dan pendinginan untuk menghentikan penyebaran api. Dan setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan penyisiran di area terdampak. 

Pemantauan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali. Sedangkan dalam penanganan kejadian tersebut, dilakukan pula kaji cepat serta koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. “Kami melakukan pemadaman secara manual, pembuatan sekat bakar, pendinginan serta penyisiran area terdampak,” ujar Suwoko.

Baca juga: Alas Lali Jiwo Gunung Arjuno Sempat Terbakar, Kini Telah Terkendali, Masih Terus DIpantau

Beruntung, tidak terdapat korban dalam kejadian kebakaran tersebut. Dampak yang tercatat berupa terbakarnya vegetasi pinus di kawasan hutan produksi dengan luasan sekitar 1 hektare. Namun, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran serasah maupun sampah secara sembarangan, khususnya di sekitar kawasan hutan. bt-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru