SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Panggung seni kembali semarak di Taman Bahari Majapahit (TBM). Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secara rutin menggelar One School One Event (OSOE), sebuah program yang memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah di Kota Mojokerto untuk bergantian menampilkan kreativitas dan pertunjukan seni para siswanya.
Baca juga: Momentum HUT PMI ke-81, Ning Ita Gugah Semangat Solidaritas Sosial dan Perkuat Kolaborasi
Memasuki gelaran ke-37, One School One Event kembali menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan bakat, kreativitas, sekaligus kecintaan mereka terhadap seni dan budaya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Mojokerto menghadirkan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berekspresi.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan One School One Event yang terus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan kepiawaian mereka di bidang seni.
“Alhamdulillah, One School One Event ke-37 kembali terselenggara. Semoga kegiatan ini bisa terus berjalan dan TBM dapat menjadi ruang kreasi bagi anak-anak kita untuk menampilkan kreativitas dan kepiawaian mereka,” kata Ning Ita.
Menurutnya, keberadaan TBM menjadi semakin bermakna ketika dimanfaatkan sebagai ruang publik yang hidup dan menghadirkan berbagai aktivitas positif bagi masyarakat.
Pelaksanaan One School One Event juga menjadi bentuk sinergi lintas perangkat daerah di lingkungan Pemkot Mojokerto, khususnya dalam menghadirkan ruang bagi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, olahraga, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Baca juga: Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN
Ning Ita menegaskan, sebagai kota yang memiliki sejarah besar sebagai bagian dari kawasan Majapahit, Mojokerto perlu terus memberikan ruang bagi seni dan budaya untuk tumbuh serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Sebagai generasi pewaris Majapahit, kita membawa semangat Spirit of Majapahit. Karena itu, seni dan budaya harus terus diberikan ruang untuk ditampilkan dan diekspresikan oleh generasi-generasi kita,” tuturnya.
Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab para pegiat budaya, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan kepada generasi muda. Melalui kegiatan seperti One School One Event, anak-anak dapat mengenal, mempelajari, sekaligus mengekspresikan seni dan budaya dengan cara yang dekat dengan dunia mereka.
Lebih lanjut, Ning Ita berharap Taman Bahari Majapahit tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi berkembang sebagai ruang publik yang memberikan manfaat bagi berbagai sektor.
“TBM yang sudah kita bangun ini diharapkan bisa menjadi ruang publik yang bermanfaat, menjadi ruang untuk berekspresi dan ruang bertemunya berbagai sektor, baik ekonomi, budaya, pendidikan, sosial, maupun sektor lainnya,” jelasnya.
Baca juga: Gelar Pelatihan Usaha Kuliner di Lapas IIB Mojokerto, Ning Ita Bekali Kemandirian Warga Binaan
One School One Event menjadi salah satu contoh bagaimana ruang publik dapat dihidupkan melalui kreativitas generasi muda. Di atas panggung TBM, para siswa tidak hanya tampil, tetapi juga belajar percaya diri, bekerja sama, melestarikan seni, dan menghargai proses berkarya.
Ning Ita turut menyampaikan terima kasih kepada para guru dan orang tua yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak untuk berani tampil dan mengembangkan bakatnya. dwi
Editor : Redaksi