SURABAYAPAGI.com, Batu - Dalam rangka mengejar target eliminasi tuberkulosis (TBC) pada 2030, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus menggelar screening TBC secara gratis di 41 titik yang tersebar di desa dan kelurahan, dengan menyasar masyarakat yang memiliki risiko tinggi terpapar TBC untuk menemukan kasus sedini mungkin sekaligus memutus mata rantai penularan di masyarakat.
“Alasannya kenapa ada screening, ini sebagai asas kehati-hatian. Tujuan kita tahun 2030 adalah eliminasi TBC. Harapannya, tahun 2030 Kota Batu sudah tidak ada TBC,” tegas epala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batu, dr. Icang Sarrazin, rabu (23/09/2026).
Baca juga: Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas
Sedangkan untuk pelaksanaan screening massal ini dijadwalkan berlangsung setiap Selasa, Kamis, dan Jumat, dan akan terus berjalan hingga target tuntas pada 10 November. Salah satu titik pemeriksaan terdekat dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 24 September 2026, di Balai Desa Junrejo.
“Yang ikut dalam screening ini adalah warga yang mengalami gejala batuk berkepanjangan, penderita penyakit diabetes, masyarakat yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien TBC dan anggota keluarga yang tinggal serumah atau merawat pasien TBC secara langsung,” jelasnya.
Baca juga: Lewat Posyandu ILP, Pemkot Kediri Perkuat Pendampingan Kesehatan Lansia
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya sekadar diperiksa, tetapi juga akan mendapatkan layanan komprehensif, meliputi penyuluhan kesehatan langsung bersama dokter spesialis, pemeriksaan kondisi fisik dan kadar gula darah dan Pemeriksaan foto rontgen dada.
Berdasarkan data sementara dari Dinkes Kota Batu, dari 14 titik pemeriksaan yang sudah berjalan, petugas telah menemukan 22 warga yang masuk kategori suspek (terduga TBC) dan kini tengah dalam proses pemeriksaan lanjutan.
Baca juga: Ada Temuan Kasus ‘Flu Like Illness’, Dinkes Situbondo Ingatkan Pola Hidup Bersih
Melihat angka tersebut, Dinkes Kota Batu mengimbau seluruh masyarakat terutama yang merasa pernah berkontak erat, bertetangga, atau satu tempat kerja dengan penderita TBC untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas pemeriksaan gratis ini. Warga dapat memantau jadwal resmi atau berkoordinasi langsung dengan pihak pemerintah desa dan kelurahan setempat. bt-02/dsy
Editor : Redaksi