SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna menghubungkan pasokan hasil panen petani dengan pasar modern secara berkelanjutan, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus mengakselerasi peran institusi agregator, dimana kepastian akses pasar yang luas, tata kelola rantai pasok, serta teknik pengemasan yang higienis menjadi pilar krusial agar produk agribisnis petani Kota Batu sanggup bersaing secara kompetitif.
Komitmen strategis tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Batu, Nurochman, saat melakukan kunjungan lapangan di rumah pengemasan (packing house) Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (COOSAE), yang merupakan salah satu lembaga agregator agribisnis, yang dibentuk pada era visi pembangunan mBatu SAE.
Lebih lanjut, keberadaan koperatif ini diproyeksikan sanggup menjembatani para petani dengan pasar skala besar melalui tata kelola manajemen pascapanen yang lebih terstruktur berstandar mutu tinggi, komoditas panen lokal dipastikan lebih siap didistribusikan serta menjangkau jejaring konsumen yang lebih luas.
“Pemkot Batu berkomitmen memperluas jejaring pemasaran produk lokal melalui sinergi terpadu bersama pelaku usaha swasta, pengelola pusat oleh-oleh, hingga konsorsium perguruan tinggi di kawasan Malang Raya,” tutur Nurochman, Senin (12/10/2026).
Fasilitas milik daerah ini menyediakan layanan konsultasi gratis mencakup tata kelola keuangan, legalitas badan usaha, standarisasi proses produksi, hingga strategi pemasaran berbasis niaga elektronik (e-commerce).
“Melalui penguatan kelembagaan COOSAE dan pendampingan UMKM yang berkelanjutan, kami berharap produk pertanian lokal tidak hanya terserap di pasar domestik, melainkan mampu menembus ceruk pasar nasional. Dengan demikian, peningkatan nilai ekonomi hasil panen memberikan dampak kesejahteraan nyata bagi petani dan masyarakat Kota Batu,” pungkas Nurochman. bt-01/dsy
Editor : Redaksi