Pemkot Surabaya Siapkan Pendampingan IKM Tembus Pasar Internasional

surabayapagi.com
Pelaku IKM di Kota Surabaya mengikuti Coaching Clinic Export yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kota Surabaya. SP/ Pemkot Surabaya

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) setempat berkomitmen dalam membantu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di kota setempat bisa menembus pasar internasional dengan menggelar Coaching Clinic Export atau bimbingan singkat ini untuk menyiapkan pelaku usaha yang ingin melakukan ekspor.

"Pemkot bekerja sama dengan Export Center Surabaya (ECS) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada kegiatan ini," ujar Kepala Disperinaker Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro, Kamis (24/09/2026).

Baca juga: Cegah Genangan dan Banjir, Pemkot Surabaya Bongkar 21 Bangunan di Atas Saluran Air

Terdapat 30 pelaku IKM yang mendapatkan pendampingan berupa kurasi produk yang akan diekspor ke luar negeri. Dengan adanya pendampingan ini akan membantu para pelaku IKM untuk memenuhi prosedur kelayakan sesuai ketentuan ekspor serta diajarkan bagaimana cara menawarkan produk secara cepat dan menarik.

Baca juga: Hadapi Ancaman Influenza A, Pemkot Surabaya Imbau Masyarakat Tak Perlu Panik

"Produk-produk mereka itu nantinya dikurasi. Nah, kurasi tersebut memerlukan ubahan teknik, misal kemasannya itu bagaimana kalau ekspor, kemudian tampilan produknya, hingga sertifikasinya harus bagaimana," tuturnya.

Lebih lanjut, Hebi menyebutkan, coaching clinic tersebut akan digelar berkelanjutan menyesuaikan klasifikasinya. Dimana, sejumlah pelaku IKM yang mengikuti coaching clinic kali ini bergerak di bidang industri makanan, fashion, home decor supaya para pelaku IKM memiliki produk yang sesuai dengan pasar luar negeri.

Baca juga: Lewat TS Park, Pemkot Surabaya Optimalkan Pendapatan dan Transaksi Parkir Non Tunai

"Untuk industri kecil menengah yang baru mulai, dan sudah kawakan atau advance, bagaimana cara kita memberikan coaching clinic nya, perbaikan-perbaikan baik itu produk dan cara ekspornya. Misal kalau harganya terlalu mahal itu juga akan diberikan coaching clinic oleh ITS caranya agar tidak terlalu mahal harganya,” ujarnya. sb-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru