SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Guna mendukung ketersediaan air pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah setempat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, telah menyiapkan pembangunan Embung Dungpawon di Desa Sembung, Kecamatan Sukorame, yang merupakan usulan masyarakat dan pemerintah desa untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian.
"Embung ini kita upayakan tahun depan sudah bisa menyediakan air sekitar 75.000 meter kubik per masa tanam untuk mengairi 25 hektare sawah, bahkan bisa lebih," ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Lamongan, Minggu (27/09/2026).
Baca juga: Dukung Mekanisme Pertanian, Pemkab Tulungagung Salurkan Enam Alsintan
Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Lamongan, embung tersebut direncanakan dibangun di area potensial seluas sekitar empat hektare dengan volume tampung efektif sekitar 180.000 meter kubik. Sehingga, embung tersebut ditargetkan mampu mengairi sedikitnya 25 hektare sawah dalam dua musim tanam setiap tahun.
Baca juga: Lewat Program Jamula, Pemkab Lamongan Tuntaskan Perbaikan 45 Ruas Jalan
Selain itu, Pemkab Lamongan juga akan mengupayakan pembangunan saluran irigasi pendukung untuk mengoptimalkan pemanfaatan air embung bagi lahan pertanian. Dan nantinya, keberadaan embung dan jaringan irigasi perlu diikuti dengan pemeliharaan secara berkala agar manfaatnya dapat dipertahankan untuk memenuhi kebutuhan pertanian.
Selain Embung Dungpawon, Pemkab Lamongan menyiapkan rekonstruksi Jembatan Talunrejo di Kecamatan Bluluk yang menghubungkan wilayah Lamongan dengan Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, yang direncanakan memiliki bentang 25 meter dan lebar enam meter dengan struktur bawah berupa abutmen beton bertulang serta bagian atas menggunakan baja komposit.
Baca juga: Munif Syarif Resmi Nahkodai KONI Kabupaten Lamongan, Ajak Semua Stakeholder Majukan Olahraga
"Jembatan Talunrejo ini strategis karena menghubungkan dua kabupaten. Kemarin sudah kami sampaikan kepada Ibu Gubernur dan beliau menyetujui," ujarnya. lm-01/dsy
Editor : Redaksi