Mazmur 94:2: “Bangunlah, ya Hakim bumi, balaslah kepada orang-orang congkak apa yang hak!”
Melalui perumpamaan-Nya (seperti kisah Hakim yang Lalim dalam Lukas 18), Yesus sering mengontraskan ketidakadilan manusia dengan keadilan Allah. Bagi Yesus, seorang hakim atau pemimpin rohani tidak boleh bertindak munafik atau menghakimi orang lain dengan standar yang menghukum tanpa adanya belas kasih dan kebenaran yang tulus.
Baca juga: Kasih Karunia : Manfaat Orang Sabar
Berbeda dengan hakim duniawi yang bisa dipengaruhi oleh kepentingan pribadi, Yesus digambarkan sebagai Hakim yang adil. Penghakiman-Nya murni didasarkan pada hikmat, kebenaran, dan ketaatan total pada kehendak Allah Bapa, bukan atas dasar penglihatan atau pendengaran lahiriah manusia semata.
Dalam teologi Kristen, konsep mengenai Yesus sebagai Hakim merujuk pada peran kekuasaan yang diberikan oleh Allah Bapa kepada-Nya untuk mengadili seluruh umat manusia pada akhir zaman.
Dalam ajaran Kristen, Yesus Kristus adalah Hakim yang adil yang diberi wewenang oleh Allah Bapa untuk menghakimi seluruh umat manusia, baik orang yang hidup maupun yang sudah mati.
Di dalam Alkitab (khususnya Yohanes 5:22), dinyatakan bahwa Allah Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan seluruh tugas penghakiman itu kepada Anak-Nya (Yesus). Ia memegang kuasa penuh atas orang yang hidup maupun yang mati.
Baca juga: Kasih Karunia: Aparat Hukum Zalim, Tolak Tuhan
Dalam pengajaran-Nya (seperti perumpamaan tentang domba dan kambing di Matius 25), Yesus menekankan bahwa penghakiman-Nya akan didasarkan pada perbuatan kasih, kebaikan, dan kepedulian terhadap sesama yang menderita.
Selain tindakan nyata, Ia juga menguji apa yang tersembunyi di dalam hati manusia.
Perbedaan Kedatangan Pertama dan Kedua Terdapat perbedaan fungsi waktu dalam misi Yesus ke dunia:
Baca juga: Mendoakan Musuh Kita
Yesus datang bukan untuk menghakimi atau menghukum dunia, melainkan membawa misi anugerah sebagai Juru Selamat agar manusia bertobat.
Yesus akan datang kembali dalam kemuliaan-Nya dengan peran penuh sebagai Hakim akhir zaman yang menegakkan keadilan universal .
Di balik sifat-Nya yang adil dan tegas terhadap dosa, Yesus juga adalah hakim yang penuh empati, belas kasihan, dan pembela bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Yakobus 5:9: “...sesungguhnya Hakim itu berdiri tepat di depan pintu.”
Yohanes 7:24: “Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.” (Maria Sari)
Editor : Redaksi