SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti insiden viral petugas Satpol PP yang diduga menghentikan laju ambulans, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta kepada petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya melakukan pendekatan secara humanis dalam setiap melakukan tindakan di lapangan yang sesuai prosedur dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.
"Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai dinamika yang terjadi lapangan, mulai dari penertiban eksploitasi hewan, donasi ilegal, hingga evaluasi kesalahpahaman saat bertugas. Saya selalu menyampaikan ke semua petugas Satpol PP untuk mengedepankan aspek humanis ketika sedang melakukan penertiban atau bertanya pada masyarakat," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Selasa (29/09/2026).
Baca juga: Pemkot Surabaya dan Baznas Salurkan Beasiswa S1 RPL bagi Guru PAUD
dan berdasarkan pemeriksaan internal oleh Kasatpol PP, petugas di lapangan bertindak atas dasar kehati-hatian karena melihat kondisi spion ambulans yang tertutup saat sirine berbunyi. Pihaknya juga akan mengintensifkan pelatihan cara berkomunikasi yang efektif dan humanis bagi seluruh personel.
Baca juga: Wali Kota Eri Cahyadi Larang Kegiatan Donasi Melibatkan Hewan di Tempat Wisata
"Petugas ingin memastikan apakah ambulans tersebut benar-benar membawa pasien. Setelah mengetahui ada pasien di dalamnya, ambulans langsung dipersilakan melanjutkan perjalanan," katanya.
Baca juga: Perkuat Karakter Kemanusiaan, Pemkot Surabaya Bakal Wajibkan Ekstrakurikuler PMR di SD-SMP
Lebih lanjut, menurut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, pendekatan persuasif tanpa kekerasan jauh lebih efektif dalam menegakkan aturan dan menjaga ketertiban kota. "Sekarang masyarakat bisa lihat sendiri, Satpol PP saat bertugas, bahkan saat menertibkan, komunikasinya jauh lebih humanis. Kami ajarkan bagaimana menegakkan aturan dan mengedukasi fungsi regulasi tanpa harus menggunakan kekerasan. Penertiban secara humanis itu jauh lebih baik," tuturnya. sb-02/dsy
Editor : Redaksi