SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena kemarau panjang mengakibatkan sejumlah debit air di sejumlah embung Kabupaten Jombang terus menerus menurun. Kondisi terparah terjadi di lima embung wilayah utara Sungai Brantas yang kini telah kehilangan seluruh tampungan air sehingga tidak lagi dapat menyuplai air ke intake irigasi.
Untuk kelima embung yang saat ini telah kering berada di Karangjati, Brumbung, Karangpakis, Ngabar, dan Sempal. “Ada sekitar lima lokasi embung yang kondisinya sudah habis airnya,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Sultoni, Selasa (29/09/2026).
Baca juga: Harga Komoditas Cabai dan Tomat di Jombang Meroket, Dampak Cuaca Ekstrem
Selain lima embung tersebut, beberapa lokasi lain masih menyimpan air, tetapi volumenya terus berkurang. Di antaranya Embung Sumbergondang, Tanjungwadung, dan Grojokan, yang airnya masih tersedia di tampungan, tetapi tidak cukup untuk dialirkan ke intake. Kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik embung yang sebagian besar merupakan tampungan air hujan.
Baca juga: Puncak Musim Kemarau, 11.800 Jiwa di Situbondo Terdampak Krisis Air Bersih
“Embung lainnya juga mengalami penurunan debit. Sumbergondang misalnya, airnya masih ada di tampungan, tetapi sudah tidak dapat dialirkan ke intake irigasi,” jelasnya.
Baca juga: Satgas Pangan Jombang Sisir Ritel, Beras Fortifikasi Sumo Kuning Ditarik
Namun, tidak seluruh embung tersebut saat ini dapat berfungsi secara optimal. Sebagian di antaranya mengalami kerusakan sehingga pemanfaatannya untuk mendukung kebutuhan air, termasuk irigasi, menjadi terbatas. Dari sisi kewenangan pengelolaan, mayoritas embung di Kabupaten Jombang berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sementara sejumlah embung berukuran kecil, seperti Banjaragung dan Sidowayah, berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Jombang. jb-01/dsy
Editor : Redaksi