Ratusan PAUD di Surabaya Ikuti Lomba Asah Terampil Manfaatkan Barang Bekas

surabayapagi.com
Peserta melihat hasil karya dalam lomba pengolahan sampah pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Surabaya bertema "Sampah Rumahku, Karya Ceriaku" di Surabaya. SP/ Pemkot Surabaya

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai bagian dari upaya mengenalkan kepedulian lingkungan melalui proses belajar yang menyenangkan, sebanyak 166 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surabaya mengikuti Lomba Asah Terampil bertema "Sampah Rumahku, Karya Ceriaku" dengan memanfaatkan barang bekas menjadi karya serta alat permainan edukatif, sekaligus belajar peduli terhadap lingkungan.

"Anak-anak tidak hanya melihat sampah sebagai benda yang harus dibuang, tetapi juga belajar bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan kembali," ujar Bunda PAUD Surabaya Rini Indriyani di Surabaya, Rabu (30/09/2026).

Baca juga: Eri Larang Sekolah Jual Seragam

Adanya kepedulian terhadap lingkungan perlu dikenalkan sejak anak masih kecil karena pendidikan tentang sampah tidak harus menunggu anak memasuki jenjang sekolah dasar atau menengah. "Anak-anak PAUD juga harus dilatih mulai usia dini bagaimana peduli terhadap lingkungan. Minimal mereka tahu membuang sampah pada tempatnya, kemudian mengenal sampah basah dan sampah kering," katanya.

Baca juga: Pemkot Siapkan Perwali Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga dan P3RTT

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya M. Fikser mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme satuan PAUD terhadap kegiatan edukasi lingkungan. Sedangkan untuk jumlah peserta berpotensi lebih besar apabila waktu pendaftaran dan kapasitas kegiatan diperluas. Karena itu, pihaknya tengah mempertimbangkan pelaksanaan lomba berbasis wilayah pada tahun berikutnya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Siapkan Perwali Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga dan P3RT

"Kuota kita sebenarnya 100, tetapi karena antusiasme Bunda PAUD, kami tidak mungkin menutup atau menunda. Akhirnya kami terima 166. Melihat antusiasme Bunda PAUD ini perlu kami apresiasi. Ke depan mungkin dibuat per kelompok wilayah, beberapa kecamatan digabung, kemudian yang terbaik ditarik ke tingkat kota," ujarnya. sb-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru