SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Guna memastikan ibu mendapatkan pendampingan sejak sebelum hamil hingga melewati masa nifas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Bondowoso terus diperkuat dengan mendorong keterlibatan lintas sektor pelayanan kesehatan.
Penguatan tersebut menjadi salah satu poin dalam monitoring dan evaluasi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Dan berdasarkan hasil evaluasi diharapkan tidak berhenti pada pemetaan persoalan, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan menjadi kebijakan daerah.
Baca juga: Viral Pengantin Gen Z di Bondowoso, Pilih Koper Buat Wadah Seserahan Nikah
“Kita berharap melalui kegiatan ini nanti ada rekomendasi yang kemudian menjadi policy atau kebijakan daerah yang bisa diimplementasikan dalam rangka menurunkan kematian ibu dan bayi,” kata Fathur Rozi, Rabu (30/09/2026).
Pasalnya, persoalan AKI dan AKB memiliki cakupan yang luas sehingga tidak mungkin hanya ditangani oleh Dinas Kesehatan maupun fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca juga: Portal Jembatan Koncer Bondowoso Dipasang Lagi, Truk Besar Tak Boleh Lewat
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Moh. Jasin, menilai evaluasi yang dilakukan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur penting untuk melihat persoalan secara lebih menyeluruh. Persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan intervensi di fasilitas kesehatan. Rekomendasi yang muncul dari evaluasi juga perlu diterjemahkan menjadi langkah bersama lintas sektor.
“AKI-AKB di Bondowoso masih tinggi, makanya perlu kita lakukan langkah-langkah teknis yang tujuannya untuk menurunkan AKI-AKB,” kata Jasin.
Baca juga: UMKM di Bondowoso Keluhkan Stok Beras Premium dan Medium Menipis
Melihat kondisi tersebut, Dinkes Bondowoso mendorong pencegahan dilakukan sedini mungkin. Pemeriksaan kesehatan bahkan diharapkan sudah dimulai sejak calon pengantin sehingga faktor risiko dapat diketahui sebelum memasuki kehamilan. Karena itu, keberhasilan menekan AKI dan AKB tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan. bd-01/dsy
Editor : Redaksi