SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan membuahkan hasil dengan capaian aktivasi IKD di Bondowoso mencapai 6,7 persen. Capaian tersebut menjadi modal untuk terus memperluas aktivasi IKD di tengah masyarakat.
Selain itu, angka tersebut bahkan melampaui target capaian Bondowoso tahun 2026 sebesar 5,54 persen. Sementara capaian Jawa Timur saat ini berada di angka 12,7 persen, dengan target nasional sebesar 30 persen. “Posisi kita sekarang di 6,7 persen. Capaian ini sudah di atas target tahun 2026 yang sebesar 5,54 persen,” jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bondowoso, Ghozal Rawan, Senin (05/10/2026)..
Meski telah melampaui target, Dispendukcapil tidak berhenti melakukan percepatan. Strategi jemput bola terus dijalankan dengan memperluas cakupan pelayanan, sehingga masyarakat tidak harus selalu datang ke kantor Dispendukcapil. Tak hanya itu, pelayanan jemput bola juga diarahkan ke lingkungan pemerintah daerah serta masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat cakupan aktivasi IKD.
Selain jemput bola, Dispendukcapil juga mengoptimalkan peran kecamatan dan pemerintah desa. Menurut Ghozal, keberadaan pemerintah desa menjadi penting karena masyarakat lebih banyak berada di tingkat desa. Aktivasi IKD sendiri dapat dilakukan melalui pelayanan di tingkat kecamatan maupun secara mandiri dengan datang langsung ke kantor Dispendukcapil.
Dan untuk masyarakat yang mengalami kendala karena perangkat rusak atau berganti telepon seluler, Dispendukcapil juga menyiapkan mekanisme pelayanan melalui petugas sehingga persoalan akses IKD dapat ditangani sesuai prosedur. “Sekarang semua kabupaten dan kota yang masuk program ini harus mengikuti percepatan. Tidak ada kabupaten/kota di Jawa Timur yang tertinggal,” pungkas Ghozal. bd-01/dsy
Editor : Redaksi