SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi NU di tingkat kecamatan.
Untuk pertama kalinya, konferensi MWCNU Kalitengah menggunakan mekanisme kepemimpinan sebagaimana hasil Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama.
Baca juga: 60 Kepala Sekolah Madrasah Ma’arif NU Lamongan Dilantik, Didorong Cetak Kader NU Masa Depan
Konferensi digelar di Kantor MWCNU Kalitengah, Jumat (2/10/2026) tersebut, dengan agenda utama pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Kalitengah.
Dalam konferensi tersebut, KH. Abdul Fattah terpilih sebagai Rais Syuriyah MWCNU Kalitengah, sedangkan Abdul Manaf dipercaya menjadi Ketua Tanfidziyah MWCNU Kalitengah untuk masa khidmat 2026-2031.
Ketua Tanfidziyah Gus Syahrul Munir kepada surabayapagi.com mengatakan, penerapan mekanisme hasil Muktamar Ke-35 NU menjadi catatan tersendiri dalam konferensi kali ini. "Mekanisme tersebut mengedepankan musyawarah dan peran Syuriyah dalam proses penentuan kepemimpinan NU," ujarnya.
Disebutkan olehnya, Konferensi MWCNU Kalitengah tidak hanya menjadi forum pemilihan kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi organisasi. Para peserta konferensi membahas keberlanjutan program serta arah perjuangan NU di wilayah Kecamatan Kalitengah.
Terpilihnya KH. Abdul Fattah sebagai Rais Syuriyah diharapkan mampu memberikan penguatan dalam aspek keagamaan, pembinaan kader dan arah kebijakan organisasi. Sementara Abdul Manaf sebagai Ketua Tanfidziyah diharapkan mampu menggerakkan roda organisasi serta menerjemahkan program NU agar semakin dirasakan manfaatnya oleh warga Nahdliyin.
Baca juga: Kick Off Hari Santri di Lamongan, Diawali Jelajah Santri Sako Pramuka Pandu Ma’arif
Konferensi yang menggunakan mekanisme hasil Muktamar Ke-35 tambah Gus Syahrul, sekaligus menunjukkan bahwa keputusan dan tata kelola organisasi hasil forum tertinggi NU mulai diterapkan secara berjenjang hingga tingkat MWC.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, MWCNU Kalitengah diharapkan semakin solid dalam melakukan konsolidasi organisasi, memperkuat hubungan dengan ranting-ranting NU, serta mengembangkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Mudahkan Jamaah Beribadah ke Tanah Suci, PCNU Lamongan Gandeng Travel Umrah Sunan Drajat
Momentum konferensi juga menjadi ruang untuk memperkuat semangat kebersamaan di kalangan pengurus dan warga Nahdliyin. "Pergantian maupun keberlanjutan kepemimpinan diharapkan berlangsung dalam suasana kekeluargaan, mengedepankan tradisi musyawarah dan menjaga persatuan organisasi," harapnya.
Dengan terpilihnya KH. Abdul Fattah sebagai Rais Syuriyah dan Abdul Manaf sebagai Ketua Tanfidziyah, MWCNU Kalitengah memasuki periode kepengurusan baru dengan tantangan sekaligus harapan, untuk membawa organisasi semakin aktif, solid dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Konferensi ini pun menjadi catatan penting karena menjadi konferensi perdana MWCNU Kalitengah, yang menerapkan mekanisme hasil Muktamar Ke-35 NU.jir
Editor : Redaksi