SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebagai upaya mengatasi banjir yang selama ini meresahkan warga ketika hujan turun deras, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, bakal segera memperbaiki Jembatan Cerme di Kecamatan Grogol, kabupaten setempat. Dimana, titik tersebut menjadi salah satu titik rawan banjir luapan saat musim penghujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama mengatakan, adanya pembangunan jembatan tersebut menjadi perhatian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana untuk mengantisipasi banjir sekaligus meningkatkan keamanan akses warga.
Baca juga: Terdampak Kekeringan, Pemkab Kediri Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Desa Surat
Jembatan tersebut berada di atas dam atau Bendungan Cerme dan menjadi akses penghubung warga Dusun Santren Kidul dengan pusat Desa Cerme. "Pekerjaan pembangunan Jembatan Cerme telah kami mulai dan ditargetkan selesai pada 21 November (2026)," katanya, Minggu (04/10/2026).
Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Kediri Gencarkan Penanaman Jagung
Sedangkan terkait seringnya terjadi banjir saat musim penghujan lantaran dipicu pilar tengah jembatan yang sekaligus berfungsi sebagai pintu air dan sering tersumbat sedimen yang bercampur sampah serta ranting terbawa arus. Banjir biasanya terjadi karena intensitas hujan yang tinggi mengguyur wilayah lereng Gunung Wilis 2.563 mdpl (meter di atas permukaan laut).
Selain itu, tempat itu menjadi langganan banjir luapan karena pilar tengah jembatan yang merangkap sebagai pintu air sering tersumbat sampah, sedimen, dan ranting saat hujan deras. Sehingga, untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah merancang konstruksi jembatan yang lebih tinggi dengan struktur komposit, yakni perpaduan material beton dan baja.
Baca juga: Cegah Genangan dan Banjir, Pemkot Surabaya Bongkar 21 Bangunan di Atas Saluran Air
Selain meningkatkan elevasi jembatan, pilar tengah yang menjadi bagian dari pintu air bendungan juga dibuat lebih rendah. Desain tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi sumbatan ketika ranting maupun material lain terbawa arus sungai, sehingga diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir akibat luapan air sekaligus memberikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat saat musim penghujan. kd-02/dsy
Editor : Redaksi