Pasca Pompa Irigasi Beroperasi, Puluhan Sumur Warga Mojowarno Alami Kekeringan

surabayapagi.com
Warga Dusun Guwo, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, ketika mengambil air dari irigasi. SP/JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menghadapi musim kemarau panjang, Dinas Pertanian Jombang membuat puluhan sumur pompa irigasi di Dusun Guwo, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, namun pasca pompa tersebut beroperasi justru kondisi sumur mengalami penurunan debit hingga mengering sejak sumur pompa irigasi di wilayah tersebut mulai dioperasikan sekitar dua pekan lalu. 

Kondisi itu berdampak pada sekitar 20–30 kepala keluarga yang selama ini mengandalkan sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian warga bahkan harus mengeluarkan biaya sendiri untuk memperdalam sumur. Sedangkan untuk biaya yang dibutuhkan disebut mencapai sekitar Rp3 juta untuk setiap titik sumur. Keluhan tersebut kini mendapat perhatian Dinas Pertanian Jombang.

Baca juga: Tekanan Kemarau, Air Waduk Gonggang Magetan Tinggal 805 Ribu Meter Kubik

Oleh karenanya, Dinas Pertanian Jombang sedang meminta tim di lapangan mengumpulkan data untuk memastikan penyebabnya. Jika hasil pengecekan menunjukkan pengoperasian pompa berkaitan dengan mengeringnya sumur warga, Rony menyatakan pompa tersebut dapat dihentikan.

Baca juga: Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

“Yang jelas dari semua proyek serupa, ini yang pertama kejadian begini. Kami akan cek dulu nanti sebelum melangkah. Kalau memang berakibat ke warga ya dihentikan saja pompanya,” ujar Kepala Dinas Pertanian Jombang Much Rony, Rabu (07/10/2026).

Meski demikian, tidak semua sumur warga benar-benar kehilangan air. Pada beberapa lokasi, air masih keluar tetapi debit volume air sangat kecil. Sementara sumur lainnya hanya menyisakan lumpur dan sebagian sudah tidak lagi mengeluarkan air. Dan dampak tersebut dirasakan warga di sejumlah RT. Mereka yang tidak memiliki cukup biaya untuk memperdalam sumur harus menghadapi keterbatasan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Petani Sumringah, Panen Padi Tuban Meningkat di Tengah Kemarau Panjang

Meski air kembali muncul, warga tidak dapat langsung menggunakannya. Mereka harus menunggu selama beberapa jam sampai volume air di sumur kembali mencukupi. Warga kemudian membawa persoalan tersebut ke sejumlah instansi. Selain pemerintah desa dan Pemkab Jombang, pengaduan juga telah disampaikan kepada Inspektorat serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH). jb-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru