Pemkot Anggarkan Rp 1 Miliar Rehab Jalan MT Haryono Kota Kediri

Reporter : Duchan Prakasa

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Jalan berlubang dan bergelombang memang masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Kediri. Seperti ruas Jalan MT Haryono yang terletak di Kecamatan Pesantren. Rencananya, anggaran perbaikan jalur tersebut akan memakan biaya sebesar Rp 1 miliar.

Dimas, warga Kecamatan Pesantren mengaku, jalur tersebut memang cukup menakutkan. Terutama bagi pengendara yang melintasi jalanan tersebut setiap hari.

Baca juga: ISEF 2026, Mataraman Dukung dan Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional

Belum lagi, jalanan tersebut juga dilintasi kendaraan-kendaraan besar dan penerangan jalan cukup minim. “Kadang kalau berkendara malam hari yang menakutkan. Kalau tidak hati-hati ya bisa celaka. Karena ada jalan yang bergelombang parah,” ucapnya.

Saat dikonfirmasikan, Pemkot Kediri ternyata sudah mengagendakan proyek rehabilitasi infrastruktur jalan di sejumlah titik ruas jalan pada tahun ini. Termasuk di Jalan MT Haryono.

Baca juga: Pemkot Kediri Dorong Pembinaan dan Prestasi Olahraga Catur, Diikuti Ratusan Atlet

“Pekerjaan perbaikan tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada pertengahan September mendatang, menyusul proses pemilihan penyedia jasa yang saat ini tengah berjalan,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri  Endang Kartika Sari.

Fokus utama perbaikan Jalan MT Haryono mencakup penanganan ruas yang berlubang dan bergelombang. Secara teknis, pembetonan akan dilakukan di sisi selatan dengan lebar kurang lebih 4 meter dan panjang kurang lebih 150 meter. Kemudian dilanjutkan dengan pembenahan aspal di sisi timur sekitar 250 meter.

Baca juga: Pastikan Akurasi Penyaluran Bansos, Pemkot Kediri Ajak Warga Daftar Perlinsos Mandiri

“Anggaran yang disiapkan untuk rehabilitasi ruas Jalan MT Haryono ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 miliar, dengan estimasi waktu pengerjaan selama kurang lebih 60 hari atau 2 bulan,” lanjutnya.

Sehubungan dengan pelaksanaan proyek fisik tersebut, warga diimbau untuk tetap berhati-hati serta memaklumi potensi kemacetan akibat adanya rekayasa lalu lintas. “Nantinya akan diberlakukan sistem buka-tutup jalan demi kelancaran dan keselamatan bersama,” pungkasnya. Can

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru