Dinkes Ponorogo Terapkan SKDR, Cegah Penularan Penyakit Influenza

surabayapagi.com
Dinkes Ponorogo terapkan sistem kewaspadaan dini dan respon (SKDR) cegah penularan influenza. SP/PNG

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti kasus penularan influenza sebagai penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo menyerukan jika penyakit yang terkenal dengan sebutan flu itu masuk daftar sistem kewaspadaan dini dan respon (SKDR).

Sebagai upaya mencegah penyakit tersebut, pihaknya menerapkan influenza-like illness (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI). Yakni, dua istilah standar dalam sistem pengawasan medis untuk memantau penyakit infeksi saluran pernapasan.

Baca juga: Tekan Penyebaran TBC, Dinkes Ponorogo Gencarkan Skrining X-Ray di 21 Kecamatan

“Influenza adalah salah satu dari 17 penyakit yang terus diwaspadai. Kami melakukan pemantauan ketat. Dan sejauh ini belum terdeteksi adanya peningkatan laporan kasus influenza A di Ponorogo. Pemantauan sudah dilakukan di berbagai fasilitas layanan kesehatan seperti klinik, puskesmas, serta rumah sakit,” kata Anik Setyarini, kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinkes Ponorogo, Senin (12/10/2026).

Baca juga: RS di Sidoarjo Ubah Ruang Staf Jadi Kamar Pasien Imbas Kenaikan Kasus Influenza

Pasalnya, SARI tergolong infeksi saluran pernapasan akut berat. Penderita mengalami tingkat keparahan tinggi yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Sehingga, pihaknya mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan kasus dengan gejala menyerupai SARI. Yakni, demam tinggi, batuk parah, sesak napas (dyspnea), nyeri dada, serta penurunan kadar oksigen dalam darah pada kasus lanjut. Demam tinggi, batuk parah, sesak napas (dyspnea), nyeri dada, serta penurunan kadar oksigen dalam darah pada kasus lanjut.

Namun, Anik mengingatkan agar tak sembarangan mengaitkan flu yang dialami seseorang dengan influenza A. Dugaan berdasarkan gejala saja belum cukup menjadi dasar. Pihaknya meminta masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tanpa kecuali, menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker, serta membatasi kontak dengan orang lain ketika mengalami gejala flu. 

Baca juga: Tertular dari Keluarga, 254 Anak di Bawah 14 Tahun di Ponorogo Terjangkit TBC

“Kepatuhan terhadap protokol kesehatan bukan hanya melindungi orang yang sedang sakit, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Itu untuk mengurangi potensi penularan penyakit,” pungkasnya. pn-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru